Agustus 7, 2020

Pemkot Palu Tetapkan Anak Sekolah Diliburkan Dua Pekan

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rapat koordinasi Pemkot Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama sejumlah stakeholder pendidikan, Kepala Sekolah, PGRI, Dewan Pendidikan dan Stakeholder Kesehatan se-Kota Palu di Kantor Walikota, Minggu (15/3/20) memutuskan meliburkan sekolah selama dua minggi, 17-29 Maret 2020 sebagai langkah antisipasi virus corona. (yusuf)

Mengutamakan keselamatan 50 ribu anak didik, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi memutuskan meliburkan sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP selama dua minggu. Libur terhitung 17 – 29 Maret 2020.

Mediapalu.com- Keputusan meliburkan sekolah diambil setelah rapat koordinasi bersama sejumlah stakeholder pendidikan, Kepala Sekolah, PGRI, Dewan Pendidikan dan Stakeholder Kesehatan se-Kota Palu di Kantor Walikota, Minggu (15/3/20).

“Untuk antisipasi dampak virus corona kepada anak-anak kita di Kota Palu yang jumlahnya kurang lebih 50 ribu orang, maka berkenaan dengan hal itu sebagai langkah preventif, kami ambil dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, sepakat mengikuti arahan dari Ikatan Dokter Indonesia untuk libur secara nasional,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Huzaemah saat Rapat Kordinasi di Kantor Walikota Palu.

Huzaemah mengaku, keputusan libur itu diambil, karena tidak ada yang bisa tau jika virus mematikan itu sudah ada di Kota Palu atau belum. Olehnya itu, sebagai langkah preventif diambil keputusan untuk meliburkan sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP.

Menurutnya, keselamatan peserta didik dengan jumlah 50 ribu lebih, jauh lebih penting. Sehingga keputusan libur harus segera diambil hingga situasi di Kota Palu benar-benar steril dari penyebaran virus corona atau covid 19 yang telah mengguncang dunia.

“Setelah libur dua minggu, kita akan pantau kesehatan anak-anak kita. Jika tidak ada anak yang sakit, maka 100 persen berarti Palu steril dari virus corona,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam masa libur ini Dinas Kesehatan Palu juga akan terus melakukan pengecekan terhadap segala hal yang memiliki potensi adanya virus corona dan akan melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi dalam kesempatan itu mengatakan, stakeholder terkait telah memutuskan bahwa aktivitas belajar terhitung dari tanggal 17 – 29 Maret 2020 akan dialihkan ke rumah peserta didik.

“Para kepala sekolah dan guru, tetap melaksanakan aktivitasnya di sekolah guna memonitoring para peserta didik di rumahnya masing-masing melalui media komunikasi maupun teknologi informasi,” katanya.

Dia berharap, para kepala sekolah dan guru membenahi lingkungannya, menjaga kebersihan, dan memfasilitasi sarana-sarana pendukung yang dibutuhkan jika anak-anak peserta didik nanti sudah mulai bersekolah.

“Kepada orang tua peserta didik, kami sangat berharap liburan ini anak-anak tetap di rumah. Jangan sampai anak-anak berkeliaran demi kesehatan mereka,” pintanya.

Dia mengatakan, harus ada kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan orang tua murid, sehingga aktivitas pembelajaran di rumah bisa berjalan dengan baik dan antisipasi penyebaran virus corona dapat terlaksana dengan baik pula.

“Ini berlaku bagi semua sekolah yang ada dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palu. Jumlahnya sekitar 400 sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP dengan jumlah peserta didik sekitar 50 ribu orang,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Asisten 1 Pemkot Palu Moh Rivani S.Sos M.Si dan Inspektur Inspektorat Kota Palu, Didi Bakran bahwa kesepatan ini diambil setelah semua pihak baik dari para kepala sekolah guru petugas puskesmas pengawas sekolah dan pihak terkait lainnya sepakat sekolah diliburkan guna mencegah warga sekolah terpapar wabah virus corona. (yusuf/*)