Agustus 7, 2020

Karo Humas, Mohammad Haris Kariming: Penutupan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Kewenangan Kemenhub

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kamis,26 Maret 2020

Mediapalu.com –  Juru bicara Pusdatina Virus Corona atau Coronavirus Disease (Covid -19) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol, Mohammad Haris Kariming mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang menindaklanjuti instruksi Gubernur Sulteng, Longki Djanggola.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2020), Haris merespon masyarakat yang mempertanyakan mengapa Gubernur Longki tidak menutup Bandara Mutiara Sis Aljufrie Palu. Pada kesempatan ini, Ia meluruskan bahwa kewenangan menutup bandara ada di pusat bukan provinsi.

“Dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” katanya.

Menurut Haris, otoritas bandara pasti telah memperketat pengawasan dan pencegahan Covid-19 sesuai SOP Kementerian Kesehatan RI, sehingga tetap aman beroperasi. Ia juga mengajak masyarakat Sulteng proaktif mendukung upaya-upaya pencegahan Covid-19 dengan mematuhi imbauan untuk berdiam diri di rumah termasuk disiplin melakukan social dan physical distancing. Haris optimis, jika instruksi itu didukung oleh semua pihak maka pencegahannya akan maksimal.

“Kalau masyarakat mendukung dengan penuh, Saya percaya wilayah Sulawesi Tengah terbebas dari Covid-19,” ujar Haris.

Ia mengemukakan, di antara beberapa poin instruksi Gubernur Sulteng perihal pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 adalah meminta para bupati yang wilayahnya berbatasan langsung dengan provinsi lain agar menerapkan jam buka tutup di gerbang perlintasan.

Informasi yang diterima oleh Pusdatina Sulteng bahwa Pemerintah Kabupaten Poso telah menerapkannya di Desa Mayoa yang merupakan batas wilayah Poso dengan Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulsel sejak Selasa malam (24/3/2020). Untuk memastikan hal itu, Pusdatina Covid-19 menghubungi, Kabag Protokol dan Komunikasi Pemkab Poso, I Wayan Susanto. Dalam keterangannya bahwa mobilitas keluar masuk lewat Mayoa sudah dibatasi, yaitu hanya pukul 06.00 sampai 22.00 Wita.
Selain membatasi mobilitas, dilakukan pula pemeriksaan suhu badan orang termasuk menyemprot cairan disinfektan untuk pencegahan.
Haris menyampaikan, informasi dari I Wayan sampai dengan saat ini belum ditemukan ada orang melintas yang terindikasi suspek Covid-19.

Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Palu, Hasanudin saat dihubungi terpisah oleh Pusdatina mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi penumpang yang baru tiba sudah menjadi tupoksi KKP untuk mencegah penularan penyakit. Dengan ancaman Covid-19, tentu jadi perhatian untuk lebih mewaspadai dan memperketat pemeriksaan penumpang supaya tidak kecolongan. Olehnya bagi penumpang yang baru tiba selain dicek suhu tubuh, juga dimintai alamat dan nomor telepon untuk kepentingan surveilans kesehatan termasuk memberitahu nomor yang bisa dihubungi jika mengalami gejala terjangkit Covid-19.

Prosedur itu tambahnya, sudah diterapkan di pelabuhan-pelabuhan yang jadi kewenangan KKP Palu, misalnya di Pelabuhan Taipa yang kerap disinggahi kapal-kapal penumpang tujuan Balikpapan-Palu dan sebaliknya. Hal itu dilakukan sesuai pola antisipasi Covid-19 yang Ia terapkan.

“Kita kasi nomor telepon dinas kesehatan, kalau dalam 14 hari Ia mengalami gejala-gejala dan belum sempat kami hubungi maka Ia bisa menghubungi ke nomor tersebut,” katanya. (BOB)