Agustus 14, 2020

KPU RI Gelar Simulasi Pemilihan 2020 Dengan Protokol Covid 19

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Simulasi Pemilihan 2020, Himpun diterbitkan dan Diimplementasikan Potensi Masalah

Jakarta, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar Simulasi Pemungutan Suara Pemilihan 2020, Rabu (22/7/2020). Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor KPU RI ini diusulkan untuk memberi masukan, pertimbangan dan pemantauan terkait hal-hal baru yang akan terjadi pada pemilihan yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Anggota KPU RI yang membawahi Divisi Teknis, Hasyim Asy’ari mengatakan sungguh-sungguh koordinasi teknis tidak ada yang berbeda dari pelaksanaan Pemilihan 2020. Hanya saja (melalui simulasi) akan ada beberapa hal baru yang harus dilakukan sebagai respons yang terus berlangsung pandemi. S eperti membagi Kedatangan Pemilih berdasarkan nomor urut PT Pemilih Tetap (DPT) Yang diinformasikan ditunjukan kepada Pemilih through Formulir C6 (Surat Pemberitahuan memilih). Cara ini disebut Hasyim dapat memenangkan perdebatan dalam satu waktu yang sangat berhasil dimasa pandemi. 

Hasyim yang hadir bersama Ketua Arief Budiman, Anggota Pramono Ubaid Tanthowi, Ilham Saputra, Viryan dan I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi juga sedang mencari bantuan terkait ini. pada ruang tunggu pemilih, penyediaan jarak pada bilik suara, penyediaan ember air untuk cuci tangan untuk penggunaan sarung tangan plastik untuk pemilih selama dilingkungan Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Kesemuanya itu menurut dia perlu dilihat dan dicermati penerapannya sebelum diputuskan digunakan pada hari pemungutan suara 9 Desember 2020. “Begitu juga pemberian tinta ungu kepada para pemilih usai memberikan hak suaranya. Didalam penelitian ini diberikan contoh yang dicelup, dioles atau disemprot. Nah model- model seperti itu nanti kita jadikan bahan pertimbangan untuk KPU membuat pedoman teknis pemungutan dan penghitungan suara di TPS, “tambah Hasyim. 

Disaksikan Satgas Pencegahan Covid-19

Sementara itu, Simulasi Pemungutan Suara Pemilihan 2020 juga turut disaksikan langsung oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang diwakili juru bicara Wiku Adisasmito. Turut hadir Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Yurianto, Ketua Bawaslu Abhan, Anggota Mochammad Afifudin, Anggota DKPP Didik Supriyanto serta hadir TNI / Polri. 

Pada kesempatan itu, rombongan berlangsung dengan TPS dan melihat langsung proses simulasi. Kirim hal disampaikan kepada KPU sebagai bahan masukan yang disampaikan pemungutan suara yang lebih baik di hari pencoblosan nanti. 

Beberapa masukan yang disampaikan seperti dari Satgas Penanganan Covid-19 terkait meminta agar pemilih tidak membawa anak pada hari pemungutan suara. Atau dari Bawaslu yang mengkritisi belum idealnya jarak antara bilik suara dengan tembok yang masih lengkap serta pemanfaatan kertas tisue yang berlebihan. Sementara dari DKPP berpesan agar penyelenggara pemilihan transparan dan mengikuti aturan pakai agar terhindar dari ikatan. (hupmas kpu ri)