Agustus 3, 2020

Perlu Terebosan Baru Hukuman, Bunda Naumi : Setuju Jika Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Hukum Mati

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sabtu,25 Juli 2020

Mediapalu – Aktivis anti kekerasan yang juga Ketua Koordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCPPA) Indonesia Bunda Naumi menegaskan, jika ingin menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka pelaku harus diberi hukuman kebiri atau hukuman mati dan seumur hidup.

Hal tersebut di ungkapkan Bunda Naumi saat memaparkan kerja serta metode TRCPPA Indonesia dihadapan advokat, UPT PPA serta kalangan Jurnalis, di Hotel Santika, Sabtu (25/7/2020).

Menurut Naumi, untuk memutuskan mata rantai kekerasan terhadap anak dan perempuan, maka perlu ada tindakan atau perlakuan hukum yang tegas terhadap pelaku.

‘ Jika ingin ada efek jera, maka pelaku harus di kebiri atau hukuman mati dan seumur hidup,” kata Bunda Naumi.

Meski demikian tambah Naumi, peran serta masyarakat yang masif dibutuhkan untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain itu, fungsi keluarga pun harus dikembalikan agar tidak terjadi degradasi ketahanan keluarga.
“Kedua hal ini merupakan beberapa upaya kami untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Ditegaskan Bunda Naumi dengan terbentuknya TRCPPA di Sulteng, diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam proses pendampingan terhadap korban kekerasan baik anak maupun perempuan. Apalagi, jariangan TRCPPA berada di semua tingkatan.

TRCPPA juga bersedia mempasilitasi serta bekerjasama baik dengan UPT PPA maupun dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng,” kata Bunda Naumi.

” TRCPP Indonesia akan memolopori, kerja-kerja perlindungan terhadap anak dan perempuan di Sulteng, dengan menggunakan metode berbasis masyarakat,” pungkasnya.(Agus)