September 24, 2020

Anwar Hafid Dan Balai POM Palu Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Sigi Melalui KIE

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rabu ,19 Agustus 2020

Sigi – Balai Pengawasan Obat dan Makanan Balai POM Kota Palu bekerjasama Anggota Komisi IX DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah ( Sulteng) Drs H Anwar Hafid MSi, menggelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang obat dan makanan di Stadion Madani Desa Mpanau Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi, pada Rabu (19/8/2020).

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk obat, obat tradisional, kosmetik, produk komplimen, pangan yang aman dikonsumsi masyarakat ini dihadiri Kepala Balai POM Palu Fauzi Ferdiansyah SSI. Apt, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dra Hj Marlela Dg Sute, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng Andi Jumriani Hamka, Anggota DPRD Kabupaten Sigi Dahyar Rapadjori, Camat Biromaru Ruslan, tokoh masyarakat, tokoh agama serta ratusan masyatakat dengan, tetap mengedepankan protap kesehatan yakni menjaga jarak dan menggunakan masker.

Menurut Fauzi Ferdiansyah, pengawasan obat dan makanan berbasis risiko yang difokuskan pada strategi preventif dengan mengedepankan tindakan pencegahan melalui pelaksanaan komunikasi risiko strategis.

“Salah satu bentuk nyata dari strategi ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui KIE,” ujarnya.

Menurut dia, pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk memberikan daya masyarakat agar bisa memahami kunci keamanan pangan keluarga dan masyarakat.

Fauzi juga menyampaikan materi kepada peserta mengenai maraknya obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat.
Mulai dari jenis dan ciri obat yang di jual bebas, hingga simbol warna dalam kemasan. Jika berwarna merah maka jenis obat keras, warna biru berarti bebas terbatas serta warna hijau bebas dijual.

” Bahaya mengkonsumsi obat juga bisa berdampak pada bahaya phisik, kimia maupun metrobiologi,’ cetusnya.

Olehnya ia berharap masyarakat teliti sebelum menggunakan produk obat dan makanan.
” Sebelum membeli produk selalu melakukan pengecekan terhadap kemasan, label, ijin edar dan kedaluarsa sehingga dapat memastikan bahwa produk tersebut aman dikonsumsi,” ungkapnya.

Sementara Drs H Anwar Hafid dalam sambutannya yang di wakili anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Sulteng Dra Hj Marlela Dg Sute, mengungkapkan bahwa saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana cara memilih dan menggunakan produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan pangan yang aman, sehingga perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang hal tersebut. Termasuk didalamnya upaya dan metode mencegah peredaran virus corona atau Covid -19.

Anggota Fraksi Demokrat Sulteng juga menegaskan bahwa sosialisasi ini sangat penting kita lakukan, jika perlu dilakukan secara kontinyu, agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tidak tau seperti apa obat dan makanan yang kita konsumsi, apakah aman atau tidak.

“Saya mengajak kepada seluruh unsur terkait, bahwa pengawasan obat, makanan dan kosmetik mempunyai lingkup yang luas dan kompleks, karena menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak, serta berimplikasi luas pada kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengemukakan, jangan sekali-kali mengenyampingkan mutu dan kuwalitas hanya karena ingin memenuhi kebutuhannya yang sesaat tanpa menyadari obat dan makanan yang dikonsumsinya sangat mempengaruhi kesehatan, baik sekarang maupun kedepannya.

Penulis : Agus Manggona