September 24, 2020

Ketua IMM Sulteng ,Serukan Pilkada Damai Tanpa Hoax

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Senin,24 Agustus 2020

Palu- Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  ( IMM) Provinsi Sulteng Lukman hakim mengimbau kepada masyarakat khususnya di Sulteng agar menghindari isu Suku, Agama dan Ras (SARA) serta berita dan informasi bohong atau Hoax, dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 ini.

Lukman hakim menegaskan, di tengah perbedaan harus tetap saling mengargai pilihannya masing-masing. Untuk itu kita harus tetap menjaga kondusifitas, dan harmonisasi di masyarakat.

”Perbedaan pilihan adalah keniscayaan yang tak terelakkan dalam demokrasi. Namun, perbedaan pilihan harus dipandang sebagai suatu potensi menghasilkan kepemimpinan yang, jujur dan adil,” ujar Lukman kepada media ini , Senin, (24/8/2020).

Lukman selaku Ketua DPD IMM Sulteng menyadari, bahwa Pilkada adalah instrumen demokrasi untuk menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan kehendak rakyat dan tentunya menjalankan amanat rakyat di setiap daerahnya.

Oleh karena itu masyarakat harus mengetahui latar belakang calon kepala daerah yang akan dipilih. Penting mempunyai pemimpin yang memiliki kemampuan mensejaterakan masyarakat, tidak tercela, dan tidak melanggar nilai moral.

Menurutnya, pemimpin harus memiliki visi-misi untuk membagun kemajuan. Pemimpin adalah figur yang bisa mengayomi seluruh elemen masyarakat. Mereka harus bisa menjadi pemimpin untuk semua.

Untuk mewujudkan pilkada yang damai, setidaknya ada dua faktor penting yang harus terlibat. Pertama adalah KPU yang berwenang melaksanakan pilkada. Di tangan para pelaksana pilkada inilah akan lahir pilkada yang damai atau pilkada yang bermasalah.

Karena itu tambahnya, penting bagi anggota KPU dan pengawas pemilu (Bawaslu) untuk menjalankan perannya secara baik dan tidak memihak. Apabila KPU dan bawaslu telah memainkan perannya dengan benar maka potensi masalah yang muncul dari tidak profesionalnya KPU akan bisa dihindari. Dengan begitu, kemungkinan munculnya konflik dapat diminimalkan.

Faktor kedua adalah para calon kepala daerah dan tim suksesnya. Para calon kepala daerah memiliki peran yang sangat sentral dalam menentukan pilkada berjalan damai atau tidak. Selama ini konflik yang muncul dari setiap pelaksanaan pilkada akibat calon kepala daerah dan tim suksesnya tidak mau menerima kekalahan.

Sangat penting bagi calon kepala daerah, termasuk tim suksesnya, untuk berlapang dada saat mengetahui pihaknya kalah. Mereka harus benar-benar mewujudkan sikap siap kalah tersebut bukan sekadar penghias bibir, tetapi diwujudkan dalam perilaku.

Sering kali kericuhan yang muncul dalam pilkada karena para calon kepala daerah yang kalah dan tim suksesnya menghasut para pemilihnya untuk memprotes hasil pilkada.

“Hal ini tidak boleh terjadi dalam pilkada serentak di Sulteng,” katanya.

“Bila dua faktor di atas telah menjalankan perannya dengan jujur dan benar, insya Allah Pilkada Damai yang kita inginkan dapat terwujud,” tutupnya. [Ifan/Tio]