September 24, 2020

Nilamsari Intens Minta Report Kesehatan YB

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Palu, 23/8/2020

Sulteng – Hari ini, Yahdi Basma /YB, politisi NasDem yang duduk di Komisi II DPRD Provinsi Sulteng ini jalani hari ke-6 perawatan intensif di bagian ICVCU RSU Undata Palu.

Setelah bedrest 72 jam (tiga hari) sejak serangan jantung siang itu di Petobo, Kamis 20 Agustus 2020, YB saat ini terpantau membaik. Beredar dibeberapa WAGrup video dan foto YB sedang nikmati makan di room perawatan Vip-B Gedung ICVCU, ini area yg diketahui sebagai pusat perawatan intensif pasien jantung. Total room dan bangsal yg tersedia, menampung 13 pasien.

Dari pantauan media ini, sejak hari pertama, sejumlah sahabat, keluarga dan rekan-rekan YB, berkumpul di luar gedung, bahkab beberapa diantaranya bawa termos dan rantang makanan untuk begadang. “Yaa, kami kawan2 YB dari BANTAYA 2 hari kemarin memang nongkrong saat hari kritis untuk beri dukungan dan do’a untuk YB, kami begadang sampe pagi, sekalian kumpul2”, ujar Mat Attamimi, Koordinator BANTAYA di Kelurahan Kawatuna ini.

“Ketua DPRD Provinsi Sulteng Nilamsari juga intens koordinasi dengan pihak RSU serta keluarga untuk ketahui perkembangan perawatan YB”, tambahnya.

Info yang dihimpun media ini, justru pada Februari 2020 seluruh Anggota DPRD Sulteng jalani layanan kesehatan berupa pemeriksaan medik menyeluruh (general check-up) di RSU Undata.

Catatan medis YB menunjukkan hasil BAIK untuk partisi “kesehatan jantung”.

Terhitung 6 bulan setelahnya, tepatnya 20 Agustus 2020, YB mendadak kena “serangan jantung” saat bersama tukang yg bekerja di bangunan rumahnya di Petobo.

Silent Killer bernama “serangan jantung” ini memang tidak mengenal umur, waktu, tempat dan situasi. Sekira jam 14.00 siang itu, mendadak, YB dilarikan ke RSU Undata setelah merasa dadanya sesak berat serasa dibebani benda keras luar biasa.

“Alhamdulillah karena dia cepat diantar ke RS. Saya yg tangani langsung, syukurnya sedang berada di Palu sepekan ini karena sedang jalani pendidikan di Makasar. 72 jam ini harus bedrest dulu, istirahat total, kami pasti rawat dengan standar sebaik-baiknya”, demikian dr. Venis, salah satu dokter ahli jantung yang dimiliki Sulawesi Tengah.(*MP*)