Oktober 22, 2020

Merasa Ditipu Oleh Perusahaan Sub Kontrak PT. Adhi Karya, pelaksana CV. Shihab Utama Karya di Lapor Polisi

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

PALU – Perusahaan Sub kontrak PT. Adhi Karya yang melaksanakan pekerjaan penimbunan dan pembuatan tanggul pantai Talise tepatnya Di Section 4 (Blok 4) dilaporkan di Dirkrimum Polda Sulteng oleh pelaksana dan suplayer batu CV. Dimensi Baru Pratama.

Haji Hamsah Kasau selaku pelaksana CV. Shihab Utama Karya dilaporkan ke polda sulteng oleh Direktur CV. Dimensi Baru pratama gara-gara modal harga batu dan biaya pemasangan tanggul di Blok 4 sejak bulan Juni 2020 sampai dengan bulan september 2020 tidak pernah di bayarkan.
Padahal informasi yang di terima oleh pihak CV.Dimensi baru pratama bahwa PT.Adhi Karya sudah membayarkan hasil pekerjaan yang di laksanakan oleh CV.Shihab Utama Karya, namun perusahaan Sub kontrak tersebut tidak membayar harga batu dan biaya pelaksanaan yang di modali oleh CV. Dimensi Baru Pratama.

Adapun Nilai yang yang tidak di bayarkan sekitar Rp.902.000.000 yang sejak bulan Juni 2020 sampai september 2020 tidak pernah di bayarkan padahal Pihak PT. ADhi Karya setiap bulan membayar kepada sub kontraknya.

Informasi yang di himpun oleh wartawan media ini bahwa pekerjaan penimbunan dan pemasangan tanggul teluk palu tersebut tendernya di menangkan oleh PT. Adhi Karya kemudian PT. Adhi karya mengsubkontrakkan lagi kepada 6 perusahaan dengan membaginya menjadi 6 Blok.Dan untuk blok 4 PT.Adhi Karya mengsubkan kepada CV. Shihab utama karya dan kemudian CV. Shihab Utama Karya Mengsubkan lagi Kepada Haji Hamsah Kasau dengan menggunakan Modal dari CV.Dimensi Baru Pratama.

Karena merasa Hak nya sudah 4 bulan tidak di bayarkan oleh Pelaksana CV.Shihab utama karya maka direktur CV.Dimensi baru pratama Samsurijal Labatjo pada tanggal 8 september 2020 melaporkan hal ini ke Polda sulteng dengan Nomor Laporan : LP/310/IX/2020/SPKT.

“Pada tanggal 15 september 2020 sudah dikeluarkan surat perintah penyelidikan Dari dirkrimum Polda sulteng Nomor : Sprin.Lidik/194/IX/2020/Ditreskrimum tanggal 14 september 2020,” Kata Samsurijal Labatjo.(Dhankz)