Oktober 30, 2020

Memimpin Itu Perlu Nyali Dan Berfikir Out Off The Box

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

“Nyali Seorang Cudi”

Sulteng – Lima belas tahun yang lalu. Ada Walikota dianggap “gila” oleh Jusuf Kalla. Mau bangun power plant sendiri lantaran krisis listrik.

“Kamu serius mau bangun pembangkit listrik sendiri?” Tanya JK.

“Iya saya serius pak,”.

“Tapi belum ada aturan membolehkan pemerintah daerah bangun konsorsium power plant sendiri,” ujar JK.

“Ya kan aturan bisa dirubah pak, selama itu untuk kepentingan bangsa dan rakyat,” pungkasnya.

Adalah Rusdy Mastura. Tidak banyak yang tahu. Kalau dialah pelopor perubahan dalam bentuk pemisahan tata kelola listrik Indonesia, hulu dan hilir.

Perusahaan listrik negara tidak lagi monopoli pembangkit dan penyaluran energi. Swasta dan pemerintah daerah bisa membangun pembangkit sendiri selama memenuhi syarat power purchase agreemen atau kontrak penjualan listrik.

Barangkali inilah yang disebut dengan percobaan ilmiah butuh nyali. Siapa yang menyangka bahwa Rusdy Mastura akan menerobos peliknya tata kelola listrik lewat prakarsa pemerintah daerah.

Kota Palu yang dia dapati pada awal menjabat, tak ubahnya ibu kota Kecamatan yang listriknya terbatas. Nyala bergilir bahkan diumumkan di TV dan Radio kala itu. Ada jadwal pemadaman. Jangan harap penerangan jalan.

Situasi semacam itu menantang Rusdy Mastura nekad bangun power plant sendiri. Ia pergi ke negeri Tiongkok sendirian mencari mesin, menggadai rumah Wakil Walikota Suardin Suebo, demi Palu terang.

“Hamma, tidak mungkin orang akan berinvestasi di Kota Palu dengan kondisi begini. Kalau tidak ada investasi bagaimana ekonomi akan tumbuh, bagaimana mau ada penyerapan tenaga kerja,”

Masa-masa yang menegangkan itu menyimpan banyak cerita haru. Saat perjalanan ke Tiongkok meyakinkan pemilik mesin, Cudi terus-terusan mengingat nasib rumah Suardin Suebo Wakilnya.

“Hamma kalau gagal ini, habis rumahnya Suardin,”.

Tapi karena niat membangun Power Plant demi orang banyak. Sehingga ada-ada saja jalan-jalan Nya. Investor menyetujui pengiriman mesin.

Jadilah pembangkit listrik prakarsa pemerintah daerah pertama kali itu diresmikan oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Presiden Republik Indonesia kala itu.

Cudi dan Suardin berpelukan meneteskan air mata. Akhirnya Palu yang lebih terang dan berKemajuan bisa diwujudkan. Lima belas tahun kemudian Palu tumbuh sebagai Kota dengan tingkat kepercayaan investasi yang baik.

Memimpin itu perlu nyali dan berfikir out of The box.

Penulis:Andika