Oktober 22, 2020

Suara Rakyat Suara Cudi

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sulteng-Sebuah topi yang dianyam dari daun kelapa muda. Telah bertengger di atas baki bertabur bunga. Tiga orang gadis desa memegangnya sumringah.

Topi kebesaran mengandung nilai adat ini adalah cara orang Tajio menyambut tamu kebesaran. Warga sekampung sejak subuh hari telah menyiapkan segala sesuatu. Tamu kebanggaan sedang dinanti.

Adalah Rusdy Mastura, Calon Gubernur Sulawesi Tengah yang berpasangan dengan Ma’mun Amir. Sore itu langit di bukti Kasimbar Selatan sedang mendung mekar.

Aura desa yang dikelilingi galeri pohon cengkeh itu, sedang menanti kehadiran Bung Cudi, sebutan protokol desa. Yel-yel, dan segala macam gladi penyambutan telah di susun rapi.

Cudi tiba tepat pukul 16.00. Aduhai merdunya, taburan rebana santri desa bertalu-talu. Cudi di semangatlah topi kebesaran adat yang bakinya bertabur bunga.

Serentak protokol mengayun yel-yel, dan sorak-sorai bahagia menyelimuti petani desa ini.

Optimisme yang ditawarkan Rusdy Mastura memang berbeda. Ia bicara dengan hati. Gagasannya diuraikan dengan gaya khas bertutur apa adanya.

“Saya menangkap kesan yang tulus dari pribadi Kak Cudi,” ujar Warga.

Seperti sebuah deklarasi politik kerakyatan. Cudi mampu membangun aliansi politik akar rumput yang mewakili suara bathin orang miskin dan terpinggirkan.

Memang itu tekad sedari dulu. Cudi terkenal di Kota Palu sebagai pengasih kaum mustadafhin. Ia mencintai orang miskin lebih dari ambisi pribadinya.

Kita bisa menangkap kesaksian kuat dari para pendukungnya. Tapi suara kebathinan masyarakat akar rumput adalah penuntunnya.

“Kalau Pilkada sebelumnya kita menang besar di sini. Pada 9 Desember harus menang 80 persen,” kata Riswan tokoh masyarakat setempat.

Pemandangan semacam ini berlangsung nyaris setiap hari. Wiu-Wiu, sirine PJR Polantas menarik animo. Sepanjang jalan warga berlarian ke luar rumah.

Seperti diundang mendadak, rupa ragam ekspresi warga. Ada yang teriak salam dua jari, memanggil nama Cudi, juga minta kaos dan lain-lain.

Cudi memang menarik banyak simpati dengan gagasan dan pembuktian. Pribadinya yang tulus membuat warga terpikat ikut memeriahkan setiap hajat-hajat kecil dialogis di desa-desa.

Penulis ,Andika