Pemalang, MediaPalu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pasca puncak musim kemarau Agustus 2025.
Kepala BPBD Pemalang, Andri Adi, mengatakan wilayah tersebut akan segera memasuki masa pancaroba atau peralihan musim.
Meski kemarau tahun ini yang dimulai sejak Mei terbilang lebih singkat dibanding tahun lalu, intensitas hujan justru lebih tinggi. Kondisi ini berpotensi memicu cuaca yang berubah cepat, termasuk hujan lebat disertai angin kencang.
“Juli–Agustus adalah musim pancaroba. Musim hujan diperkirakan mulai September–Oktober. Untuk bulan ini, sudah ada beberapa kejadian kebakaran akibat kekeringan,” ujar Andri, Minggu, 10 Agustus 2025.
Ia mengimbau warga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Lahan kering yang tidak dipantau berpotensi memicu kebakaran.
Dari sisi rumah tangga, instalasi listrik juga perlu dicek kualitas dan penggunaannya agar tidak menjadi sumber percikan api.
Menurut Andri, cuaca ekstrem lokal bisa saja muncul sewaktu-waktu.
“Hujan deras disertai angin kencang dapat mengurangi jarak pandang dan memicu pohon tumbang, seperti yang terjadi di Jalan Raya Kecamatan Bantarbolang,” kata dia.
Ia mengingatkan agar masyarakat aktif memantau informasi dari BMKG dan instansi terkait. BMKG mencatat, masa pancaroba ditandai dengan perubahan cepat kondisi atmosfer.
Dalam satu hari, cuaca dapat berganti drastis, dari cerah menjadi hujan deras disertai angin kencang atau hujan es, akibat pembentukan awan kumulonimbus yang lazim pada masa transisi musim.
“Setelah puncak kemarau, cuaca akan memasuki periode pancaroba, lalu beralih ke awal musim hujan,” ujar Andri. *
Ragil





