Kamis, 5 Februari 2026

Senada Digital Records Gaet Aisha Kamila untuk Album Sunda

Aisha Kamila. Foto: Muhammad Fadhli/MediaPalu

Bandung, MediaPalu — Aisha Kamila baru berusia 11 tahun, namun sudah menapaki panggung musik anak dengan percaya diri. Suaranya yang khas membuat siswi Karakter Sabilul Ilmy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dijuluki “Neng Pasundan”.

Sabtu (16/8/2025), Senada Digital Records bersama program Belajar Musiks Bandung mulai menggarap album berbahasa Sunda yang akan dibawakan Aisha. Album ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Aisha dalam memperkenalkan budaya Sunda dengan sentuhan modern.

Aisha lahir di Bandung pada 26 Desember 2013 dari pasangan Sendi Setia Permadie dan Susy Susanti. Ayahnya adalah guru olahraga sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Humas di SMKN 4 Padalarang. Ibunya, yang sebelumnya berkarier sebagai Ahli Teknologi Laboratorium Medik, kini menjadi ibu rumah tangga.

Bakat Aisha sudah terlihat sejak usia tiga tahun. Ia mampu menghafal dan menyanyikan lagu nasional dan daerah. Sejak itu, ia bercita-cita suatu hari namanya bisa terpampang di papan reklame.

Perjalanan bermusiknya ditandai dengan sejumlah prestasi, seperti juara lomba menyanyi di sekolah, tampil di Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), ajang Pupuh FTBI, serta mewakili Kabupaten Bandung Barat dalam lomba menyanyi di BBGTK Jawa Barat. Ia juga menjadi finalis Student Fest se-Bandung Raya.

Baca Juga:  Kucing-Kucingan Tambang Ilegal di Parigi Moutong

Lewat Instagram, Aisha berkenalan dengan Senada Digital Records. Di bawah arahan produser Rulli Aryanto dan Tixxy, ia telah merilis empat lagu, salah satunya Respect yang berisi pesan edukasi.

“Aisha punya warna suara yang kuat. Meski masih muda, ia didukung keluarga dan yang luar biasa,” ujar Rulli.

Lagu yang cukup menonjol adalah Neng Pasundan, yang sarat nuansa Sunda.

“Karya adalah identitas . Aisha dan keluarganya bangga menjadi orang Bandung, dari situlah lagu ini lahir,” kata Rulli.

Menurut Rulli, proyek ini juga menjadi sarana promosi budaya Sunda. Lagu Sunda yang dikemas modern diharapkan bisa diterima masyarakat luas.

Sendi Setia Permadie, ayah Aisha, menegaskan dukungan keluarga adalah hal penting.

“Menyanyi membuat Aisha lebih percaya diri. Ini bagian dari proses pendewasaan agar tumbuh menjadi yang kuat,” ujarnya.

Bagi Aisha, musik bukan sekadar hobi.

“Menyanyi adalah cara Aisha mengekspresikan diri. Dari bernyanyi, Aisha belajar percaya diri, bertemu teman baru, dan meningkatkan kualitas vokal,” katanya.

Baca Juga:  Stunting di Palu Tembus 25,6 Persen, Melampaui Target Nasional

Muhammad Fadhli