Banggai Kepulauan, MediaPalu – Sebanyak 157 siswa di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah. Puluhan anak harus mendapat perawatan medis intensif akibat kejadian tersebut.
Kepala Perwakilan MBG (Makanan Bergizi Gratis) Wilayah Sulawesi Tengah–Sulawesi Barat, Yudhi Riandy, membenarkan bahwa otoritas kesehatan telah bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini.
“Komunikasi saya dengan Kadis Kesehatan Bangkep kemarin sore, tim Dinas Kesehatan dan Polres Bangkep sudah menuju Palu membawa sampel makanan ke BPOM Sulawesi Tengah,” ujar Yudhi saat dikonfirmasi MediaPalu, Kamis, 18 September 2025.
Menurut Yudhi, program makanan bergizi gratis sebenarnya dijalankan dengan standar ketat.
“Ada SOP yang mengatur kualitas bahan sebelum masuk dapur. Jika ada bahan tidak layak, langsung diretur. Begitu juga dengan pengolahan, ada protokol yang wajib ditaati,” katanya.
Meski begitu, Yudhi belum menjelaskan langkah konkret yang akan diambil MBG Sulteng-Sulbar terkait dari kelalaian ini. Ia menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BPOM Palu yang diharapkan bisa memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan keamanan pangan dalam program makanan bergizi gratis. Program yang digagas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi siswa sekolah dasar dinilai rawan bermasalah bila rantai distribusi bahan dan proses pengolahan tidak diawasi secara menyeluruh.
Sejumlah orang tua murid mendesak pemerintah bertindak cepat.
“Anak-anak harus tetap mendapat makanan sehat, tapi juga aman,” ujar seorang wali murid.
AMB





