Kamis, 5 Februari 2026

Enam Prajurit, Puluhan Nyawa Selamat di Yalimo Papua

Warga menyaksikan kepulan asap tebal saat kerusuhan melanda Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, 16 September 2025. Foto: Istimewa

, MediaPaluKerusuhan berlatar isu SARA meletus di Kampung Elelim, Kabupaten , Papua Pegunungan, pada 16 September 2025. Amuk massa berubah mencekam.

Panah beracun melesat, bom molotov menghantam kaca jendela, api berkobar di sudut kampung. Sejumlah orang terkapar dengan luka bakar dan panah menancap di tubuh.

Di tengah situasi itu, enam prajurit TNI bergerak cepat. Alih-alih membalas serangan, mereka memilih berdiri sebagai perisai.

Dengan tubuh mereka, jalur evakuasi dibuka. Sejumlah guru dan sipil yang terkepung akhirnya berhasil keluar dengan selamat.

“Kami menyaksikan sendiri bagaimana prajurit menjaga kami di tengah situasi genting. Mereka tidak membalas kekerasan, justru melindungi guru dan warga agar tetap selamat,” kata Kepala Distrik Elelim, Lukas Kepno, Rabu 17 September 2025.

Seorang guru Negeri Elelim, Maria Matuan, masih terbata-bata ketika mengenang detik-detik terkepung.

“Kami benar-benar ketakutan. Panah-panah berterbangan, kaca jendela pecah karena molotov. Saat itu enam prajurit TNI berdiri di depan pintu, menenangkan kami, lalu membawa kami keluar dengan selamat. Kami merasa benar-benar dijaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Transpalu Perluas Layanan, Jangkau Hampir Seluruh Wilayah Kota

di Yalimo kembali menegaskan betapa isu SARA mudah menyulut konflik di Papua. Namun sikap prajurit yang tetap profesional dan humanis di tengah amuk massa menunjukkan wajah lain TNI, pelindung rakyat sekaligus penjaga keutuhan bangsa.

TIM