Jakarta, MediaPalu — Kain Batik Bomba, warisan budaya khas Sulawesi Tengah, tampil memukau dalam ajang Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2025 di Jakarta, Rabu 8 Oktober 2025.
Karya ini dirancang oleh FFF by Ferry Ikra, desainer muda berbakat asal Sulawesi Tengah, hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah (KPw BI Sulteng).
Ajang ini turut didukung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, yang aktif mendorong pelestarian kain tradisional daerah.
Istri dari Gubernur Sulteng ini dijadwalkan tampil dalam sesi fashion show bersama FFF by Ferry Ikra pada 10 Oktober 2025, menampilkan koleksi Batik Bomba yang memadukan nilai budaya lokal dengan gaya modern.
“Batik Bomba adalah identitas Sulawesi Tengah yang memadukan filosofi kebersamaan, keindahan, dan kekuatan alam. Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin menunjukkan bahwa kain tradisional Sulteng bisa tampil berkelas dan modern tanpa kehilangan nilai budayanya,” ujar Sry Nirwanti Bahasoan, Rabu.
Menurutnya, partisipasi Batik Bomba dalam ajang internasional ini menjadi momentum penting untuk memperluas pasar batik daerah, memperkuat citra fesyen lokal, serta membuka peluang investasi baru di sektor ekonomi kreatif.
Batik Bomba dikenal memiliki motif khas yang mencerminkan harmoni antara manusia dan alam. Corak dan warna Batik Bomba warna khas yang terinspirasi dari keindahan alam Sulawesi Tengah, seperti laut, gunung, dan budaya lokal yang penuh makna filosofis tentang persatuan dan keteguhan masyarakat Sulteng.
Keanggunan motif dan nilai simbolik yang terkandung di dalamnya menjadikan Batik Bomba bukan sekadar kain, tetapi juga identitas budaya dan ekspresi seni masyarakat Sulawesi Tengah.
Melalui keikutsertaannya di IN2MOTIONFEST 2025, Batik Bomba diharapkan dapat semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai produk unggulan daerah, tetapi juga sebagai warisan budaya Indonesia yang siap bersaing di panggung mode dunia.
Ajang ini juga menjadi bukti nyata bahwa kain tradisional daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam industri modest fashion global, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah.
IWAN





