Kamis, 5 Februari 2026

Transformasi Layanan Digital, Parigi Moutong Dorong Mutu Kesehatan Publik

Petugas kesehatan Parigi Moutong mencatat data peserta di meja pendaftaran saat kegiatan layanan kesehatan dan pengabdian masyarakat. Hari Kesehatan Nasional
Petugas kesehatan Parigi Moutong melayani pendaftaran pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang mengusung tema Transformasi Kesehatan Digital. Foto: Pemda Parigi Moutong

Parigi Moutong, Pemerintah menegaskan komitmen memperluas kualitas layanan kesehatan melalui seminar Transformasi Kesehatan Digital yang digelar di Auditorium Kantor , Senin, 17 November 2025.

diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Abd. Aziz Tombolotutu, yang membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap seluruh tenaga kesehatan yang terlibat.

Dalam sambutannya, Abd. Aziz menekankan bahwa peningkatan derajat kesehatan tidak bisa berjalan sendirian.

“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Saya mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang mampu menghimpun dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, hingga dukungan layanan farmasi. Ini menunjukan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan yang lebih bermutu,” ujarnya.

Ia menyebut kolaborasi besar tenaga kesehatan menjadi energi positif bagi transformasi kesehatan yang tengah dijalankan pemerintah.

Peserta seminar tahun 2025, kata dia, akan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung bersamaan menghadirkan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan umum, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan gigi dan mulut, konseling kesehatan, hingga pemberian obat dan vitamin oleh tenaga kesehatan terlatih.

Model layanan terpadu ini, menurut Abd. Aziz, menjadi wujud nyata transformasi kesehatan yang mengutamakan akses mudah, kualitas layanan, dan pendekatan menyeluruh.

Baca Juga:  Tawon Vespa Gemparkan Warga Pemalang, Jawa Tengah

“Kegiatan ini bukan rutinitas, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Parigi Moutong,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan perlunya gotong royong lintas sektor.

Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, lembaga , hingga komunitas, kata dia, harus menjadi satu kesatuan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kolaborasi adalah kunci. Pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan dalam ruang terpisah. Kita harus memastikan mutu layanan menjadi hak yang benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

FADLI