Palu, MediaPalu – Konferensi PGRI Cabang Palu Timur yang berlangsung di SMP Negeri 6 Palu, Kamis, 18 Desember 2025, memperlihatkan satu hal penting: penguatan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari soliditas organisasi guru.
Sekitar 70 guru dari jenjang TK hingga SMA hadir mewakili dua kecamatan di Kota Palu. Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Hardi, menegaskan bahwa organisasi profesi tidak dapat dijalankan secara individual. Sinergi, komunikasi, dan kerja sama menjadi kunci keberhasilan kepengurusan.
Ia juga menegaskan posisi PGRI sebagai organisasi independen yang tidak berpolitik. Penegasan ini menempatkan PGRI sebagai ruang profesional bagi guru untuk memperjuangkan mutu pendidikan, sekaligus mitra kritis pemerintah.
Di sisi kebijakan, Pemerintah Kota Palu mengarahkan pendidikan agar lebih terbuka dan adaptif. Program kunjungan guru ke Malaysia serta kerja sama dengan Google menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik. Sejumlah sekolah pun telah menerima dukungan peningkatan mutu yang disertai pembenahan sarana dan prasarana.
Konferensi PGRI Palu Timur ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup bertumpu pada program. Diperlukan organisasi guru yang kuat, kebijakan yang berkelanjutan, dan komitmen bersama agar perubahan benar-benar terjadi di ruang belajar.
TIM





