Parigi Moutong, MediaPalu — Kebakaran melanda kawasan pekuburan umum Dusun I Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis 22 Januari 2026 sore.
Api melahap semak kering dan jerami di area pemakaman, memicu kepanikan warga serta menggerakkan respons cepat aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melintas di lokasi saat hendak memindahkan ternak.
Saksi melihat api mulai membesar di area yang dipenuhi tumbuhan liar dan jerami kering, lalu segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Sekitar pukul 16.10 WITA, personel Polsek Parigi bersama dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tiba di lokasi kejadian.
Petugas dibantu warga sekitar melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik yang berpotensi menjadi jalur perambatan api.
Sekitar pukul 17.00 WITA, api dinyatakan padam sepenuhnya sehingga tidak merembet ke area lain yang berisiko menimbulkan dampak lebih luas.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil yang signifikan, kejadian ini menjadi peringatan akan tingginya risiko kebakaran lahan di musim kemarau.
Lahan yang terbakar diketahui berupa jerami dan tumbuhan liar yang mudah tersulut api.
Kapolsek Parigi, IPTU Noldy Williams Sualang, mengatakan kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia.
Menurut dia, sumber api kemungkinan berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan atau aktivitas pembakaran jerami di sekitar lokasi.
“Kondisi lahan yang kering serta adanya jalur yang sering dilalui warga membuat potensi kebakaran sangat tinggi,” kata Noldy.
Ia menegaskan bahwa meskipun kali ini hanya semak dan jerami yang terbakar, potensi ancaman ke depan bisa lebih besar.
“Jika tidak diantisipasi, kebakaran seperti ini dapat mengancam permukiman, fasilitas umum, bahkan keselamatan warga,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Polsek Parigi akan melakukan pengumpulan bahan keterangan dari saksi-saksi serta memetakan titik-titik rawan kebakaran.
Koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait juga akan ditingkatkan untuk memperkuat upaya pencegahan.
Noldy mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran lahan atau jerami, terutama di musim kemarau.
Menurut dia, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi berkembang menjadi bencana.
Pihak kepolisian berharap melalui edukasi dan pengawasan yang berkelanjutan, kejadian serupa tidak kembali terulang.
Satu kelalaian kecil, kata dia, dapat memicu kebakaran besar yang merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar.
FADLI





