Palu, MediaPalu – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah resmi memulai Operasi Keselamatan Tinombala 2026 dengan mengerahkan 1.020 personel. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas menjelang Operasi Ketupat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pembukaan operasi ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di Lapangan Apel Polda Sulteng, Senin, 2 Februari 2026. Apel dipimpin Wakapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, mewakili Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi.
Apel tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah, antara lain perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kejaksaan Tinggi, TNI AL, TNI AD, serta jajaran pejabat utama Polda Sulteng.
Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda, disebutkan bahwa pelaksanaan Operasi Keselamatan Tinombala 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat 2026.”
Operasi ini bertujuan menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Helmi menegaskan bahwa capaian pengamanan lalu lintas pada Operasi Lilin Tinombala 2025 menjadi pijakan penting pelaksanaan operasi tahun ini.
Data kepolisian mencatat, angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tengah menurun dari 55 kejadian pada 2024 menjadi 53 kejadian pada 2025, atau turun 3,63 persen. Jumlah korban meninggal dunia juga turun signifikan dari 12 jiwa menjadi 5 jiwa, atau menurun 58,33 persen.
Sebanyak 1.020 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari 199 personel Polda Sulteng dan 821 personel Polres dan Polresta jajaran.
“Pelaksanaan operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif, yang didukung penegakan hukum berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile,” jelas Wakapolda.
Wakapolda Helmi mengimbau agar seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional, humanis, serta menjauhi praktik pungutan liar dan penyalahgunaan wewenang.
Personel juga diminta meningkatkan patroli di titik rawan kecelakaan dan kemacetan, mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas, serta melakukan ramp check kendaraan bersama instansi terkait.
“Jadikan Operasi Keselamatan Tinombala 2026 sebagai momentum meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” kata Wakapolda Helmi.
MARDISON





