Palu, MediaPalu – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu mulai mematangkan persiapan pelayanan keimigrasian seiring rencana pembukaan penerbangan internasional di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu. Langkah ini dibahas dalam pertemuan koordinasi bersama pengelola bandara di Gedung Operasional Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Selasa, 3 Februari 2026.
Pertemuan tersebut berfokus pada kesiapan fasilitas, alur pelayanan, prosedur, dan alur pelayanan serta standar operasional yang diperlukan untuk mendukung arus penumpang internasional. Kedua pihak sepakat bahwa persiapan harus dilakukan secara terencana agar operasional berjalan optimal.
Kepala Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Prasetiyohadi, menyebut bahwa maskapai telah menyampaikan rencana awal pembukaan rute internasional, meski belum dalam bentuk keputusan resmi.
“Secara tentatif, penerbangan internasional perdana direncanakan pada 17 April 2026 dengan rute Palu–Guangzhou menggunakan China Southern Airlines. Namun, kami masih menunggu konfirmasi formal dari maskapai,” ujar Prasetiyohadi saat peninjauan fasilitas bandara, Selasa.
Ia menambahkan bahwa pihak bandara tengah menyiapkan ruang pelayanan keimigrasian serta merencanakan renovasi Terminal Keberangkatan dan Kedatangan. Proses ini dilakukan dengan tetap mengacu pada mekanisme pengelolaan anggaran negara.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana bandara sangat krusial dalam mendukung layanan penerbangan internasional di Kota Palu.
“Bandara Palu akan bertransformasi menjadi pintu masuk internasional. Karena itu, kami memastikan seluruh layanan keimigrasian mulai dari pemeriksaan dokumen hingga alur perlintasan siap berjalan sesuai standar,” kata Akmal.
Ia menekankan pentingnya penataan jalur pelayanan yang jelas bagi penumpang internasional serta penerapan prosedur operasional yang ketat namun tetap efisien dan humanis.
Dengan koordinasi ini, Kantor Imigrasi Palu dan pihak Bandara Mutiara Sis Al-Jufri optimistis rencana pembukaan penerbangan internasional dari Kota Palu dapat terealisasi sesuai target.
Selain meningkatkan konektivitas udara, langkah ini diharapkan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan mobilitas internasional di Sulawesi Tengah.
MARDISON





