Kamis, 5 Februari 2026

Ditjenpas Gelar Media Gathering, Dorong Sinergi Publikasi Program Pembinaan

Suasana hangat Media Gathering Ditjenpas bersama insan pers dalam forum "Ngobrol Santai dengan Sahabat Pemasyarakatan" di Jakarta. Foto: Dok. Ditjenpas

, MediaPalu — Direktorat Jenderal (Ditjenpas) menggelar kegiatan Media Gathering di Jakarta Pusat, Rabu (16/7/2025), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan media massa. Kegiatan ini bertujuan mendukung keterbukaan informasi publik dan menyosialisasikan program prioritas Pemasyarakatan.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pemasyarakatan, termasuk Kepala Lapas Kelas I Cipinang Wachid Wibowo, menjadi ajang strategis untuk mempererat hubungan dengan jurnalis dari berbagai media nasional.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran media dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

“Media memiliki kontribusi besar dalam mengedukasi masyarakat, khususnya terkait pembinaan dan penguatan kapasitas warga binaan. Kami berharap media bisa menjadi mitra strategis untuk menyampaikan narasi positif dari balik tembok Lapas,” ujar Mashudi.

Kalapas Kelas I Cipinang Wachid Wibowo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik inisiatif Ditjenpas. Menurutnya, kerja sama dengan media sangat penting dalam mendukung publikasi program pembinaan dan di lingkungan Lapas.

“Melalui sinergi ini, kami berharap pesan-pesan positif dari Lapas Cipinang dapat tersampaikan lebih luas dan berdampak,” kata Kalapas Cipinang.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Media Gathering juga dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah program unggulan Pemasyarakatan yang masuk dalam 13 Program Akselerasi Menteri dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Program tersebut mencakup pemberantasan , pemberdayaan warga binaan melalui UMKM dan ketahanan pangan, penanganan overcrowding, pembangunan Lapas modern, serta pemberian hak integrasi.

Baca Juga:  Situs Plawangan, Jejak Majapahit yang Terlupakan di Pemalang

Lapas Kelas I Cipinang sendiri aktif menjalankan program berbasis keterampilan seperti produksi batik, roti, kerajinan tangan, hingga pertanian urban farming.

Kalapas Cipinang menyatakan, media memiliki peran penting dalam mengenalkan karya warga binaan ke masyarakat luas.

“Kami siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk rekan media, untuk mengangkat potensi dari balik Lapas. Ini bagian dari proses reintegrasi sosial,” ucapnya. **

(Ragil)