Kamis, 5 Februari 2026

Parigi Moutong dan Tomohon Sepakati Kerja Sama Stabilkan Harga Pangan

Para pejabat dari Parigi Moutong, Tomohon, dan Sidenreng Rappang berjabat tangan usai penandatanganan kerja sama antar daerah di Makassar, 17 Juli 2025. Foto: Pemkab Parigi Moutong

Makassar, MediaPalu — , , dan Pemerintah Kota , Sulawesi Utara, sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pengendalian inflasi dan ketahanan pangan. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/7/2025).

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menyatakan, kerja sama ini bertujuan memperkuat koordinasi antarwilayah dalam menjaga kestabilan harga komoditas strategis, khususnya bahan pangan.

Ia menekankan pentingnya distribusi yang efisien dan pasokan yang terjaga sebagai langkah konkret menghadapi tekanan inflasi di tingkat daerah.

“Parigi Moutong memiliki potensi produksi pangan yang cukup besar, dan kami siap mendukung wilayah lain yang membutuhkan suplai,” ujar Erwin.

Data tahun 2024 mencatat Parigi Moutong memproduksi beras sebanyak 251.299 ton, menjadikannya penyumbang terbesar di Sulawesi Tengah. Selain itu, komoditas seperti kelapa dalam (35.532 ton), kakao (28.402 ton), dan cabai rawit (5.824,5 ton per musim) juga menjadi andalan daerah ini.

Wali Kota Tomohon diwakili oleh Asisten II, Lilly E. Solang, menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat stabilitas harga di wilayahnya, khususnya saat terjadi gejolak harga akibat distribusi yang terganggu.

Acara penandatanganan kerja sama juga dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia dari tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. BI mendukung sinergi daerah sebagai bagian dari penguatan pengendalian inflasi yang terintegrasi.

Baca Juga:  Karya Warga Binaan Lapas Cipinang Tampil di Laut Sebasah 2025

Kerja sama ini juga sejalan dengan program nasional yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, yakni “ Desa/Kelurahan Merah Putih”.

Program tersebut bertujuan membangun ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan gotong royong.

Bupati Erwin berharap kerja sama ini dapat terus diperluas, tidak hanya terbatas pada sektor pangan, tetapi juga sektor perdagangan dan industri kecil menengah (IKM).

“Kita ingin kolaborasi ini menjadi model kerja sama regional yang berkelanjutan,” ujarnya. **