Kamis, 5 Februari 2026
Daerah  

Prosesi Adat Olongian Tialo Sambut Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong

Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong diarak dalam prosesi adat Olongian Tialo sebagai simbol penerimaan dan restu masyarakat adat. Foto: Istimewa

Parigi Moutong, Parigi Moutong, , dan Wakil Bupati Abdul Sahid secara resmi disambut melalui prosesi adat Olongian Tialo yang digelar di Desa Mepanga, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/7/2025). Prosesi ini merupakan bentuk penghormatan dan pengukuhan secara adat atas kepemimpinan keduanya.

Upacara adat dimulai dengan pemasangan siga, ikat kepala tradisional dari Kaili dan Tomini. Dalam lokal, siga melambangkan keteguhan, kewibawaan, dan kesiapan jiwa seorang pemimpin dalam mengemban amanah rakyat.

Setelah itu, Bupati dan Wakil Bupati diarak menggunakan usungan kursi bambu kuning, diiringi tarian Cakalele yang mencerminkan semangat kepahlawanan dan keberanian.

Puncak prosesi ditandai dengan penapakan tangga lanjara, struktur simbolik yang terdiri dari bambu kuning, pohon pinang, kepala buaya, dan pohon pisang masing-masing memiliki makna filosofis yang kuat.

Ritual dilanjutkan dengan pembacaan doa yang memadukan unsur adat dan keagamaan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Simbol-simbol adat dalam nampan Sinaguri kemudian diinjak secara simbolik oleh kedua pemimpin daerah. Simbol tersebut melambangkan keteguhan hati, kesabaran, kesejukan jiwa, perlindungan dari gangguan, hingga kekuatan dan keberanian.

Baca Juga:  Parigi Moutong Tegaskan Dukungan Astacita Nasional Lewat Rakor

Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang diberikan oleh Lembaga Adat Olongian Tialo.

Ia menyebut prosesi tersebut sebagai cerminan kuatnya akar budaya dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Parigi Moutong.

“Adat dan budaya adalah identitas masyarakat. Ia menjadi fondasi yang tak tergantikan dalam mendukung pembangunan,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian nilai-nilai budaya seperti gotong royong, penghormatan terhadap orang tua, dan kelestarian alam harus tetap dijaga.

Sebagai bagian dari komitmen pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong pembentukan Lembaga Adat Desa di seluruh wilayah. Lembaga ini diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai lokal yang diwariskan oleh para leluhur.

“Lembaga adat dapat menjadi pilar kebijakan berbasis kearifan lokal di tingkat desa,” katanya. **

(Tim)