Kamis, 5 Februari 2026

Lapas Cipinang Dorong Budaya Integritas Lewat FGD Kepatuhan Internal

Peserta FGD Pembinaan Mental Kepatuhan Internal berpose bersama usai sesi diskusi di Grand Travello Hotel, Jakarta. Foto: Lapas Cipinang

Jakarta, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat budaya kerja yang berintegritas dan profesional. Komitmen ini diwujudkan lewat partisipasi Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Pembinaan Mental Kepatuhan Internal yang digelar Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Pemasyarakatan (Ditjenpas), di Grand Travello Hotel, Jakarta.

Forum diskusi ini mempertemukan pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jakarta Raya dan jajaran Kantor Wilayah Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta. Tujuannya: merumuskan pedoman pembinaan mental yang konkret dan aplikatif guna memperkuat kepatuhan internal, meningkatkan etos kerja, serta menanamkan nilai-nilai profesionalisme di aparatur sipil negara (ASN) pemasyarakatan.

Direktur Kepatuhan Internal, Lilik Sujandi, dalam arahannya menekankan pentingnya menjadikan kepatuhan internal sebagai budaya organisasi.

“Nilai dasar ASN, integritas pribadi, dan perilaku profesional harus menjadi cerminan institusi pemasyarakatan yang melayani dengan nurani dan tanggung jawab,” kata Lilik, pada MediaPalu Kamis, (17/7/2025).

Diskusi juga diwarnai pandangan dari para narasumber, di antaranya perwakilan Polisi TNI (POM TNI) dan Biro SDM Kementerian Hukum dan HAM. Mereka berbagi perspektif tentang pembinaan karakter, kedisiplinan, dan penguatan kontrol internal, baik dari sisi militer maupun birokrasi sipil.

Kalapas Cipinang, Wachid Wibowo, menilai pedoman pembinaan mental ini penting untuk mendorong perubahan pola pikir dan perilaku kerja pegawai pemasyarakatan.

Baca Juga:  Pemprov Sulteng Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Relasi Media

“Kami ingin membentuk kultur kerja yang bukan sekadar taat aturan, tapi juga berakar pada nilai moral. Pedoman ini akan menjadi peta jalan dalam menanamkan integritas sebagai DNA seluruh pegawai Lapas Cipinang,” ujar Wachid.

Ia menambahkan, pihaknya telah memulai berbagai inisiatif internal, mulai dari internalisasi etika profesi, pelatihan budaya melayani, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan komitmen antikorupsi di lingkungan pegawai.

Lewat keterlibatan aktif dalam FGD ini, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan identitasnya sebagai institusi pemasyarakatan modern yang tak hanya berfokus pada pembinaan binaan, tapi juga pada penguatan karakter dan integritas aparaturnya. Komitmen ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat. **

(Ragil)