Poso, MediaPalu — Aktivitas kegempaan dari Sesar Poso dan Sesar Tokararu, di Sulawesi Tengah, masih tinggi pascagempa utama yang mengguncang dua wilayah berbeda, yakni Pendolo pada 24 Juli 2025 dan Poso Pesisir pada 17 Agustus 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 474 gempa susulan hingga Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 19.00 WITA.
Kepala Stasiun Geofisika Palu, Sujabar, menjelaskan bahwa gempa di Pendolo memiliki magnitudo M 5,7 dengan kedalaman 10 kilometer. Episentrumnya berada di sekitar Sesar Poso.
“Sejak gempa utama, kami sudah merekam 327 kali susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M 5,5,” kata Sujabar, Kamis malam.
Sementara itu, gempa utama di Poso Pesisir pada 17 Agustus 2025 memiliki kekuatan M 5,8 dengan kedalaman 10 kilometer. Episentrumnya berada di Sesar Tokararu. Hingga kini, tercatat 147 kali gempa susulan. Sujabar menyebut salah satu susulan terbesar berkekuatan M 4,3.
“Magnitudo dan jumlah gempanya masih fluktuatif, belum stabil menurun,” ujarnya.
BMKG memastikan bahwa gempa utama maupun susulannya tidak berpotensi tsunami.
“Khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitar sesar aktif agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ikuti informasi resmi BMKG,” kata dia.
Sulawesi Tengah memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa, dengan sejumlah sesar aktif yang melintang dari Palu hingga Poso. Aktivitas tektonik itu menjadikan wilayah ini rentan terhadap guncangan berulang, bahkan setelah gempa utama mereda.
Catatan Redaksi:
Judul berita ini sebelumnya ditulis “BMKG Catat 474 Gempa Susulan di Sekitar Sesar Poso”. Informasi yang benar, 474 gempa susulan merupakan akumulasi dari dua sesar berbeda di Poso, yakni Sesar Poso dan Sesar Tokararu, yang terjadi sepanjang Juli–Agustus 2025. Redaksi memohon maaf atas kekeliruan tersebut.
AMB





