Kamis, 5 Februari 2026

Dekranasda Parigi Moutong Buka Sayembara Motif Budaya 2025

Dekranasda gelar sayembara motif budaya Parigi Moutong
Dekranasda gelar sayembara motif budaya Parigi Moutong. Foto: Dok. Dekranasda Parimo

Parigi Moutong, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Parigi Moutong resmi meluncurkan Sayembara Desain Motif Parigi Moutong 2025. Kompetisi ini mengangkat tema “Menggali Warisan Motif Budaya Lokal dalam Ragam Warna Persatuan” dan dibuka untuk masyarakat umum tanpa biaya pendaftaran.

Program yang digelar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Parigi Moutong itu menyasar penggalian kekayaan budaya lima suku asli daerah setempat, yaitu Kaili, Tajio, Lauje, Bolano, dan Tialo, untuk kemudian diterjemahkan ke dalam motif visual yang dapat digunakan pada berbagai media resmi.

Sekretaris Dekranasda Parigi Moutong, Narjan Djibran, menjelaskan bahwa peserta dapat mendaftar secara individu maupun tim maksimal tiga orang. Setiap peserta dapat mengirim maksimal dua karya.

Narjan menerangkan, karya harus berformat JPG, JPEG, atau PNG dengan resolusi minimal 300 dpi dan ukuran kanvas A3. Setiap desain wajib disertai narasi filosofi maksimal 250 kata.

“Berkas dikumpulkan langsung kepada panitia atas nama Surkati di kantor Disperindag Parigi Moutong,” kata Narjan kepada media di Parigi, Senin 24 November 2025.

Baca Juga:  Kasat Reskrim Polresta Palu Klarifikasi Isu Setoran BBM Subsidi

Ia menambahkan, pengumpulan karya dibuka hingga 13 Desember 2025, pukul 16.00 WITA, sementara informasi tambahan dapat diperoleh melalui kontak Mohammad Rizal Slamet di nomor 0853-9463-8884 pada jam kerja.

Menurut Narjan, panitia akan menyeleksi enam finalis untuk mempresentasikan karya pada 14–16 Desember 2025.

“Pengumuman pemenang sekaligus peluncuran resmi motif budaya dijadwalkan pada 17 Desember 2025,” ujarnya.

Lebih jauh, Narjan menjelaskan bahwa penjurian kompetisi akan berfokus pada empat aspek utama, yaitu orisinalitas gagasan, kesesuaian desain dengan tema, estetika visual, serta kedekatan motif dengan nilai budaya lima suku asli Parigi Moutong. Setelah proses seleksi dan presentasi finalis, enam karya terbaik akan dipilih untuk menerima total hadiah Rp 16.500.000, dilengkapi piala dan piagam penghargaan. Seluruh pajak hadiah ditanggung pemenang.

Ia menegaskan bahwa motif yang meraih juara pertama akan menjadi hak milik dan dapat digunakan tanpa royalti dalam berbagai kebutuhan visual daerah.

Narjan berharap sayembara ini bukan hanya melahirkan motif yang merepresentasikan jati diri daerah, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam berbagai kebutuhan desain dua maupun tiga dimensi.

Baca Juga:  Diduga Korban Penipuan Mobil Online, Warga Palu Keluhkan Polisi

Selain itu, kompetisi ini diharapkan menjadi ruang kreatif bagi masyarakat untuk menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan nilai budaya lokal melalui karya visual yang modern dan fungsional.

FADLI