Kamis, 5 Februari 2026

Erwin Burase Tegaskan Komitmen Menjaga Ketahanan Pangan di Parigi Moutong

Bupati Erwin Burase berpidato menegaskan komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan Parigi Moutong
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan Parigi Moutong melalui dukungan bagi petani lokal. Foto: Istimewa

Parigi Moutong, MediaPalu – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat komitmen menjaga ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas petani dan stabilisasi harga gabah.

Hal itu disampaikan Parigi Moutong, Erwin Burase, saat menghadiri Panen Padi Perdana di Kasimbar Palapi, Kecamatan Kasimbar, Rabu (29/10/2025).

“Panen padi ini bukan sekadar tanda keberhasilan produksi, tetapi juga cerminan semangat gotong royong, kearifan lokal, dan ketahanan pangan yang kita bangun bersama,” kata Erwin.

Ia menjelaskan, berkomitmen mendukung petani dengan memperkuat sarana , meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas akses pasar. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat posisi petani Parigi Moutong dalam menghadapi dinamika harga beras di pasar.

Erwin mengapresiasi kerja sama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga adat, dan kelompok tani yang berhasil melaksanakan panen padi perdana. Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut membawa sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk mendengar langsung aspirasi dan persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Baca Juga:  Erwin Burase Lelang Jabatan 16 OPD Parigi Moutong

“Pemerintah sedang menyusun anggaran tahun depan. Kalau usulan sudah masuk dan disetujui DPRD, pelaksanaannya tinggal menunggu. Karena itu, saya harap kepala desa segera menyiapkan kebutuhan seperti alat pertanian dan hand traktor,” ujarnya.

Erwin juga menyoroti penumpukan gabah di beberapa penggilingan wilayah selatan Parigi Moutong akibat belum adanya pembelian dari Perum Bulog. Kondisi ini, menurutnya, perlu diantisipasi agar tidak berdampak pada penurunan harga di tingkat petani.

“Petani mulai mengeluh karena gabah menumpuk dan Bulog belum membeli. Jika dibiarkan, ini bisa memicu deflasi. Harga turun, petani merugi, dan produksi bisa terhenti,” kata Erwin.

Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar agar harga beras tetap stabil. Fluktuasi harga beras, lanjutnya, menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.

Untuk memperluas pasar hasil pertanian, pemerintah daerah kini menjajaki kerja sama antar dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pola kerja sama ini diharapkan membuat distribusi hasil pertanian lebih efisien dan meningkatkan pendapatan petani.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Logo HUT ke-80 RI, Ini Maknanya

“Jika harga di daerah lain lebih tinggi, kita suplai ke sana agar harga di sini tetap stabil dan petani mendapat keuntungan,” ujar Erwin.

Bupati berharap kegiatan panen raya menjadi momentum kebangkitan petani Parigi Moutong untuk terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan ketahanan pangan Parigi Moutong.

FADLI