Kamis, 5 Februari 2026

Guru Ngaji di Sulteng Ditikam Saat Pimpin Salat Subuh

Tersangka penikaman guru ngaji di Morowali Utara saat diperiksa penyidik Polres setempat. Foto: Dok. Polres Morowali Utara

Morowali Utara, MediaPalu – Seorang ustaz sekaligus ngaji, Muhammad Jumali (27), menjadi penikaman saat memimpin salat Subuh di Masjid Baiturrahman, Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin pagi, 25 Agustus 2025.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.45 WITA. Saat sedang memimpin salat berjemaah, tiba-tiba seorang pria tak dikenal menikam perut Jumali, guru ngaji di Morowali Utara.

“Usai menikam korban, pelaku sempat mencoba melarikan diri. Namun, para jemaah langsung menangkapnya dan menghajarnya hingga babak belur,” ujar KBO Reskrim Utara, Iptu Theodorus Resupal, mewakili Kasatreskrim.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku.

Dari hasil interogasi awal, pelaku diketahui berinisial AL (23), Desa Balaang, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, yang belakangan berdomisili di Desa Tompira.

Barang bukti yang disita berupa sebilah pisau (badik) dan sebuah telepon genggam.

Korban sempat mendapat pertolongan pertama di Klinik Krisna, Desa Bunta, sebelum dirujuk ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut Theodorus, motif penikaman masih didalami.

Baca Juga:  Ayah dan Anak di Palu Ditangkap Polisi, Kedapatan Simpan 32 Paket Sabu

“Pengakuan pelaku sering berubah-ubah. Dari hasil pemeriksaan urine, ia positif menggunakan narkoba. Berdasarkan keterangan sementara, pelaku dan korban tidak saling mengenal,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Pelaku sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan,” ujar Theodorus.

Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, membenarkan kejadian tersebut.

“Pelaku penikaman telah diamankan di Mako Polres. Motifnya masih dalam penyelidikan. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi dan menyerahkan hasil tes urine pelaku yang positif narkoba kepada Satresnarkoba,” ujarnya.

NURDIN