Kamis, 5 Februari 2026
Health  

Kenali Gejala Sumbatan Jantung Sebelum Terlambat

Pasien lansia memegangi dada karena gejala serangan jantung.
Seorang pasien lansia mengalami nyeri dada mendadak akibat gejala sumbatan jantung. Ilustrasi. Foto: Freepik

MediaPalu Tidak semua serangan jantung dimulai dengan nyeri dada hebat.
Menurut Dr. Vito Anggarino Damay, banyak orang tidak sadar sedang mengalami . Tanda-tandanya sering ringan, bahkan dianggap sepele.

“Mereka merasa sehat, padahal tubuh sudah memberi sinyal bahaya,” ujar Dr. Vito di kanal DRV Channel yang diunggah pada 20 Oktober 2025.

Ia menjelaskan ada lima yang sering diabaikan masyarakat.

Pertama, pegal di dada. Banyak orang mengira itu nyeri otot biasa. Padahal jika pegal muncul saat beraktivitas dan reda ketika istirahat, bisa jadi itu tanda sumbatan pembuluh darah jantung.

Kedua, nyeri menjalar ke tangan kiri, punggung, atau dada. Rasa nyeri ini sering muncul saat marah, stres, atau kelelahan. Jika disertai faktor risiko seperti obesitas, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi, segera lakukan deteksi dini penyakit jantung dengan pemeriksaan EKG dan stress test.

Ketiga, rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Banyak orang mengira itu hanya penyakit maag atau GERD. Padahal, sensasi panas atau perih di dada bawah bisa berasal dari sumbatan pembuluh darah jantung.

Baca Juga:  Forkopimda Sulteng Solid Lawan Tambang Ilegal

Dr. Vito pernah menangani pasien yang merasa hanya sakit lambung, ternyata sumbatannya mencapai 100 persen.

Keempat, mudah lelah tanpa sebab jelas.
Banyak lansia menganggap cepat lelah itu wajar karena usia.

“Padahal, kalau tubuh sehat dan aktif, seharusnya tetap bertenaga,” kata Dr. Vito. Cepat lelah dan napas pendek bisa menjadi tanda gejala awal serangan jantung.

Kelima, nyeri di punggung atau dada belakang. Kadang, sumbatan di bagian belakang jantung menimbulkan nyeri menjalar ke belakang tubuh.

Dr. Vito menyebut pernah menemukan pasien muda dengan sumbatan 90 persen meski tampak sehat dan rutin berolahraga.

Ia menegaskan pentingnya deteksi dini penyakit jantung. Pemeriksaan EKG, tes darah, dan enzim troponin membantu mengenali risiko lebih cepat. Jika ditemukan sumbatan sebelum serangan jantung terjadi, tindakan angioplasti bisa membuka pembuluh darah dan mencegah kerusakan.

“Periksa jantung sebelum terlambat. Kalau ditangani sejak awal, hidup bisa tetap sehat,” tegas Dr. Vito. Setelah perawatan, pola hidup tetap kunci utama yaitu makan sehat, tidur cukup, dan teratur.

Baca Juga:  Diduga Gunakan Material Oplosan, Proyek Puskesmas Kapuan Senilai Rp 2,7 M Disorot Warga

Pesannya sederhana, jangan tunggu nyeri dada hebat baru curiga. Pegal dada, cepat lelah, dan nyeri perut atas bisa jadi gejala sumbatan jantung. Deteksi dini penyakit jantung jauh lebih baik daripada penanganan setelah komplikasi.

AMB