Kamis, 5 Februari 2026

Mantan Politikus Kini Jadi Mentor Perempuan Global

Nurhayati Ali Assegaf. Foto: Istimewa

, Mantan anggota RI, Nurhayati Ali Assegaf, kembali muncul di publik, bukan dengan agenda politik, melainkan melalui gerakan pemberdayaan perempuan di tingkat internasional.

Setelah beberapa tahun namanya jarang terdengar, perempuan yang sempat dinobatkan sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh di ini kini aktif sebagai Presiden Nuraa Women’s Institute, lembaga yang mendorong partisipasi perempuan dalam kepemimpinan dan politik.

Dalam keterangannya, pada MediaPalu, Rabu 24 September 2025, Nurhayati menegaskan, ia tidak lagi memiliki ketertarikan untuk kembali ke dunia politik.

“Passion saya saat ini adalah melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang mengusung nilai-nilai Nuraa Women’s Institute. Saya lebih senang berkontribusi dengan membangun banyak pemimpin daripada berbicara tentang diri saya sendiri,” ujarnya.

Nurhayati, yang pernah menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI (2009-2014), menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin perempuan untuk menyejukkan politik nasional yang kerap menjadi sorotan publik.

“Perempuan dan laki-laki secara kodrat berbeda. Mereka harus saling melengkapi, bukan bersaing. Perempuan harus pintar memanfaatkan waktu dan menetapkan prioritas. Saat ini, posisi perempuan ibarat piramida, banyak yang berada di bawah dan hanya sedikit yang menempati puncak. Inilah fokus kami,” katanya.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Sulteng, 60 Kg Sabu Disita

Nuraa Women’s Institute, menurut Nurhayati, telah berhasil mencetak banyak pemimpin perempuan. Para alumni program institusi ini tetap menjalin komunikasi dan mendapatkan mentoring berkelanjutan.

“Ini bagian dari komitmen kami, agar para peserta bisa terus berkembang,” ujarnya.

Namun, ia menyayangkan minat peserta pada program leadership berbahasa Indonesia masih rendah. Sebaliknya, program berbahasa Inggris justru diminati dari berbagai negara.

Hal ini, menurut Nurhayati, wajar mengingat banyak anggota board institusi berasal dari ahli internasional.

Selain kegiatan pemberdayaan, Nurhayati menyinggung sosok Ani Yudhoyono, yang menurutnya tetap menempatkan diri sebagai ibu rumah tangga sekalipun mendampingi di panggung politik nasional.

“Mulai dari kopi hingga pakaian Presiden SBY, Ibu Ani turun tangan langsung,” kenangnya.

Ia juga mengenang kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama menjabat Presiden RI.

Menurut Nurhayati, SBY adalah sosok cerdas, berhati lembut, dan selalu mempertimbangkan berbagai perspektif sebelum mengambil keputusan.

“Ada nilai-nilai yang harus dijaga,” ujarnya.

Nurhayati Ali Assegaf mengingatkan, perempuan yang ingin terjun ke politik sebaiknya tidak menerima tawaran. Mereka perlu menilai platform dan rekam jejak partai politik, sekaligus mempersiapkan diri dengan peningkatan kapasitas pribadi.

Baca Juga:  157 Siswa Diduga Keracunan, Kepala MBG Sulteng-Sulbar Angkat Bicara

“Persiapan matang akan menjadi bekal berharga,” kata dia.

MUHAMMAD FADHLI