Poso, MediaPalu – Preservasi Jalan Tagolu Tentena senilai Rp 101 miliar disebut menunjukkan kemajuan signifikan di lapangan. Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Marthen Tibe, menilai progres pengaspalan dan pelebaran ruas jalan nasional tersebut berjalan sesuai target, meski sebelumnya sempat mendapat sorotan publik.
Penilaian itu disampaikan Marthen setelah memantau langsung proyek saat melaksanakan reses di Kabupaten Poso baru-baru ini. Ia menyebut pekerjaan fisik kini telah bergerak melewati sejumlah titik strategis.
“Pengaspalan sudah melewati Desa Pandiri menuju Tampomodore, sementara pelebaran bergerak ke arah Saojo. Progresnya terlihat baik,” kata Marthen kepada MediaPalu, Selasa 24 Februari 2026.
Proyek Preservasi Jalan Tagolu Tentena sepanjang 47,77 kilometer tersebut dikerjakan dengan skema multiyears 2025–2026 melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah. Total anggaran yang dikucurkan dari APBN mencapai Rp 101 miliar.
Menurut Marthen, kontraktor pelaksana terlihat mengerahkan peralatan dan tenaga kerja secara maksimal. Ia juga mencatat aktivitas pekerjaan dilakukan hingga malam hari untuk mengejar target penyelesaian.
“Saya melihat rambu-rambu kerja terpasang di beberapa titik seperti Pandiri, Sangira, dan Saojo. Artinya pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah pihak sempat menyoroti potensi keterlambatan proyek tersebut. Marthen menilai pengawasan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proyek yang menggunakan anggaran negara.
“Pengawasan itu wajar. Siapa pun berhak memantau. Tugas kami di DPRD juga memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan kualitasnya terjaga,” katanya.
Ia berharap preservasi tersebut benar-benar menghasilkan kondisi jalan yang mantap, aman, dan nyaman dilintasi, sekaligus memperlancar mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian di wilayah Poso.
MARDISON





