Kamis, 5 Februari 2026

Parigi Moutong Gandeng Unpad Kelola Alam Berkelanjutan

Kerja sama Parigi Moutong dan Universitas Padjadjaran dalam kelola alam berkelanjutan
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menerima cendera mata dari Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita usai penandatanganan kerja sama kelola alam berkelanjutan, di Unpad Bandung, Senin 20 Oktober 2025. Foto: MediaPalu/Pemda Parimo

Bandung, MediaPalu.com – Parigi Moutong kelola alam berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), resmi menggandeng Universitas Padjadjaran () untuk membangun sistem pengelolaan sumber daya alam berbasis riset dan inovasi. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam mengubah paradigma dari eksploitasi menuju keseimbangan ekologi.

Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Aula Utama Unpad, Bandung, Senin 20 Oktober 2025.

“Kerja sama ini bukan seremoni. Kami ingin menjadikan Parigi Moutong sebagai daerah yang membangun dengan dasar pengetahuan dan teknologi hijau,” ujar Parigi Moutong, Erwin Burase.

Ia menegaskan, setiap kebijakan daerah ke depan akan berpijak pada hasil riset agar terarah dan tidak merusak alam.

Kabupaten Parigi Moutong memiliki potensi besar yaitu pertanian, perikanan, kehutanan, wisata bahari, hingga mineral. Namun kekayaan ini menyimpan tantangan, menjaga alam tetap lestari sambil meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui kerja sama dengan Unpad, menyiapkan arah baru pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, menempatkan keseimbangan lingkungan sebagai inti kebijakan publik.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Sulteng, 60 Kg Sabu Disita

Baca juga: Bupati Erwin Burase: Lingkungan Rusak, Pelaku Tambang Harus Bertanggung Jawab

Rektor Universitas Padjadjaran Profesor Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk tanggung jawab akademik terhadap keberlanjutan.

“Parigi Moutong punya kekayaan alam luar biasa. Kami ingin ilmu pengetahuan hadir langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap daerah ini menjadi laboratorium alam tempat sains, kebijakan, dan teknologi berpadu dalam pembangunan berkelanjutan.

Dalam tahap inplementasi, Bappelitbangda Parigi Moutong menjadi penggerak riset terapan bersama fakultas-fakultas Unpad. Fokus riset diarahkan pada pengelolaan pesisir, kehutanan, dan pertanian adaptif terhadap perubahan iklim.

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong Irwan, mengatakan kolaborasi ini juga menyiapkan generasi muda untuk memahami sains lingkungan dan mengelola potensi alam secara cerdas.

Melalui kemitraan strategis ini, Parigi Moutong kelola alam berkelanjutan menjadi arah nyata pembangunan. Pemerintah daerah dan Unpad berupaya menumbuhkan budaya riset, menghubungkan inovasi akademik dengan kebijakan publik, dan menciptakan kesejahteraan tanpa mengorbankan alam. Sebuah langkah kongrit menuju Parigi Moutong yang hijau, berpengetahuan dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Komnas HAM–Kompolnas Perkuat Pengawasan Polisi di Sulawesi Tengah

FADLI