Pemalang, MediaPalu.com – Pemalang tanam sejuta pohon sebagai upaya nyata menyelamatkan bumi. Program ini tidak hanya menambah ruang hijau, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas udara, dan mengurangi risiko bencana alam. Hingga akhir Oktober 2025, ribuan pohon, khususnya jenis Tabebuya, telah mempercantik berbagai sudut kota di daerah setempat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemalang, Wiji Mulyati, menegaskan bahwa gerakan Pemalang tanam sejuta pohon ini harus dijalankan secara berkelanjutan.
“Kami mengajak semua pihak baik dari penggiat lingkungan, media, tokoh masyarakat untuk bersama menanam pohon. Target kami satu juta pohon sebagai sedekah oksigen dan wujud visi Pemalang yang resik, hijau, dan apik,” ujarnya kepada MediaPalu.com, Selasa 21 Oktober 2025.
Menurut Wiji, penanaman pohon menjadi solusi menghadapi deforestasi dan degradasi lahan yang makin meningkat. Selain memperbaiki lingkungan, pohon juga berperan penting dalam menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida, serta menekan laju pemanasan global.
“Pohon membantu bumi bernapas,” katanya.
Ia menambahkan, akar pohon mampu menahan tanah dan menampung air, sehingga dapat mencegah banjir dan erosi. Saat kemarau, cadangan air dari tanah yang berakar kuat itu bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Pohon bukan hanya memperindah, tapi juga menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan,” tutur Wiji.
Gerakan sejuta pohon Pemalang ini dijalankan dengan semangat gotong royong antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat luas. Harapannya, Pemalang tumbuh menjadi daerah yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi berikutnya.
Melalui gerakan sejuta pohon ini, Pemkab Pemalang berharap tumbuh budaya cinta lingkungan di tengah masyarakat. Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap bumi.
Pemerintah daerah pun berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini agar manfaatnya dirasakan hingga generasi mendatang untuk mewujudkan Pemalang yang hijau, bersih, indah, dan menjadi contoh daerah ramah lingkungan di Jawa Tengah, bahkan nasional, menuju masa depan yang berkelanjutan, hijau, sejuk, dan penuh harapan bagi semua.
RAGIL





