Kamis, 5 Februari 2026

Pencegahan Korupsi Tak Cukup Hanya oleh KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: MediaPalu

Komisi Pemberantasan (KPK) menyambut baik gagasan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid yang mendorong penguatan integritas di tubuh Aparatur Sipil Negara (). Dalam sosialisasi Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di Kantor Gubernur, Selasa, 8 Juli 2025, kolaborasi lintas lembaga disebut sebagai syarat mutlak yang lebih sistemik.

“Pencegahan korupsi tidak bisa hanya menjadi tugas KPK. Semua pihak harus terlibat, termasuk ASN di semua level pemerintahan,” kata Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana.

Pernyataan Wawan menjadi penegas arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang mulai menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa integritas bukan sekadar jargon, melainkan komitmen moral untuk menjauhkan birokrasi dari praktik transaksional.

“Sepanjang integritas kita junjung tinggi, maka kita akan mampu menghindari hal-hal yang merugikan negara,” ujar Anwar.

Ia menyoroti pentingnya transparansi dalam pelayanan, mulai dari waktu, biaya, hingga persyaratan administrasi. Anwar menyebut ASN yang melayani dengan jujur dan terbuka telah berkontribusi besar dalam mencegah korupsi.

Yang menarik, pendekatan yang diambil Gubernur tak melulu administratif. Ia mengaitkan penguatan integritas dengan pendekatan religius. Salah satunya melalui program BERANI Berkah, kebijakan yang mendorong ASN menghentikan pekerjaan saat adzan berkumandang untuk segera menunaikan salat berjemaah di masjid.

Baca Juga:  Jepang dan Kota Palu Kolaborasi Bangun Komunitas Tangguh Bencana

“Kalau disiplin dalam beribadah terbentuk, maka disiplin dalam bekerja juga akan mengikuti,” ujar Anwar, seraya menegaskan bahwa program BERANI Berintegritas menjadi penutup dari sembilan program reformasi birokrasi miliknya.

Wawan Wardiana, yang mengamini pendekatan tersebut, menambahkan bahwa pembentukan karakter antikorupsi bisa dilakukan sejak dini.

Ia memperkenalkan slogan “JUMAT BERSEPEDA KK” sebagai panduan nilai integritas, yang terdiri dari: Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras.

“Kalau sudah tertanam dan diamalkan lalu disebarkan ke komunitas, keluarga, dan lingkungan, insya Allah tidak ada lagi korupsi,” ucap Wawan optimistis.

Acara yang berlangsung di ruang Polibu itu dihadiri Reny A. Lamadjido, Sekretaris Provinsi Novalina, para kepala perangkat , inspektorat dari kabupaten/kota, serta para penyuluh antikorupsi.