Parigi Moutong, MediaPalu – Koordinator Aliansi Rakyat Peduli Keadilan (ARPK) Parimo, Taslim Pakaya, menantang Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang baru agar berani menindak tegas aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Parimo.
Taslim Pakaya, menilai penegakan hukum terhadap aktivitas PETI selama ini masih lemah. Ia menyoroti kinerja aparat di tingkat Polres yang dianggap belum mampu menegakkan aturan secara adil dan menyeluruh.
“Harapan kami, Kapolda baru bisa melihat langsung situasi di lapangan. Penegakan hukum terhadap PETI di Parimo selama ini tidak berjalan baik,” ujar Taslim, kepada MediaPalu, Jumat 7 November 2025.
Menurutnya, hingga saat pergantian Kapolda Sulteng, aktivitas PETI di sejumlah wilayah Parigi Moutong masih terus berlangsung. Hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan ketegasan aparat di tingkat Polres.
Taslim juga menyoroti dugaan tebang pilih dalam penindakan PETI di Desa Karya Mandiri. Ia mencontohkan operasi pada 10 September 2025, di mana dari 10 alat berat di lokasi tambang, hanya satu unit yang disita. Sementara dalam operasi kedua pada 25 September 2025, dari 11 alat berat yang ditemukan, hanya enam yang diamankan, dan diduga hanya satu yang benar-benar disita.
“Fakta itu memperlihatkan ketidakmampuan Kapolres Parimo dalam menjalankan penegakan hukum yang adil,” tegas Taslim.
Baca juga: Profil Irjen Pol Endi Sutendi, Kapolda Baru Sulawesi Tengah
ARPK meminta Kapolda Sulawesi Tengah yang baru untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres Parimo, sekaligus membuktikan komitmen institusi kepolisian dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
“Kapolda harus menunjukkan komitmen bahwa hukum berlaku untuk semua, termasuk pelanggaran PETI di Parimo,” tandas Taslim.
Diketahui, saat ini Tongkat komando Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi berganti. Irjen Pol Agus Nugroho, yang telah bertugas di Sulteng sejak 2023, kembali ke Mabes Polri. Lelaki kelahiran Bandung, 14 Agustus 1969 itu dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kepala Divisi Bidang Hukum Mabes Polri, sesuai telegram Kapolri Nomor: ST/2192/IX/KEP./2025 tanggal 24 September 2025
Tongkat estafet kepemimpinan baru Kapolda Sulteng diserahkan kepada Irjen Pol Endi Sutendi.
Irjen Pol Endi Sutendi lahir pada 16 April 1968. Ia merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1991, seangkatan dengan Irjen Agus Nugroho. Sosoknya dikenal kalem, cermat, dan berpengalaman dalam bidang operasi kepolisian.
Masyarakat Parigi Moutong pun menaruh harapan besar agar kepemimpinan Kapolda yang baru mampu menghadirkan penegakan hukum yang lebih transparan dan tegas terhadap pelanggaran PETI di daerah tersebut.
FADLI





