Morowali, MediaPalu — PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bungku menjelaskan penyebab listrik mati-hidup yang dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, selama beberapa malam terakhir di bulan Ramadan.
Kepala ULP PLN Bungku, Ika Safitri Ismail, mengatakan gangguan listrik tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir yang terjadi pada malam hari.
Menurutnya, kondisi tersebut bahkan menyebabkan beberapa kerusakan pada jaringan listrik serta peralatan pelanggan.
“Jaringan sempat dievakuasi dan feeder utama sudah rampung diperbaiki sekitar pukul 06.20 pagi, hari ini,” kata Ika Safitri kepada MediaPalu, Kamis 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan PLN melakukan perbaikan secara massal terhadap jaringan listrik yang terdampak. Saat ini, jaringan utama disebut sudah kembali normal. Namun demikian, masih terdapat sejumlah gangguan lokal yang sedang dalam proses penanganan petugas.
“Saat ini jaringan utama sudah selesai. Yang tersisa hanya gangguan lokal yang tidak meluas,” ujarnya.
PLN juga menerima laporan kerusakan dari pelanggan, termasuk meter listrik yang terbakar akibat dampak sambaran petir.
Menurut Ika Safitri, hingga kini terdapat hampir 100 laporan pelanggan yang masuk terkait gangguan tersebut.
Petugas PLN masih terus melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.
“Masih dikerjakan. Semoga hari ini semua lokasi sudah bisa dikunjungi petugas,” katanya.
Ia menambahkan gangguan listrik pada malam sebelumnya berdampak cukup luas, bahkan disebut mempengaruhi hampir setengah wilayah Morowali.
PLN mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Selain itu, warga diminta segera melaporkan gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile, layanan Call Center 123, atau datang langsung ke kantor PLN terdekat.
PLN juga mengingatkan masyarakat untuk mematikan listrik dari pembatas pada kWh meter jika lampu terlihat berkedip guna menghindari potensi kerusakan peralatan elektronik.
“Jika lampu berkedip, sebaiknya dimatikan dari pembatas di kWh meter untuk menjaga keselamatan,” ujarnya.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan karena berisiko terhadap sambaran petir.
PLN Bungku menyatakan terus memperkuat sistem jaringan listrik dengan memasang pengaman petir di sejumlah titik guna mengurangi dampak gangguan serupa di masa mendatang.
RED-MP





