Kamis, 5 Februari 2026

Polda Sulteng Mutasi 273 Personel, Termasuk 4 Wakapolres

Polda Sulteng Mutasi 273 Personel, Termasuk 4 Wakapolres. Foto: Dok. Humas Polda Sulteng

Kepolisian () melakukan mutasi besar-besaran terhadap jajaran internalnya. Sebanyak 273 personel dari berbagai jenjang Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), hingga Bintara mengalami pergeseran posisi.

Rotasi tersebut tertuang dalam dua Surat Telegram Kapolda Sulteng, masing-masing bernomor ST/537/VII/KEP/2025 dan ST/538/VII/KEP/2025, yang ditandatangani pada 22 Juli 2025 oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sulteng, Komisaris Besar Polisi Anton Sudjarwo.

Sejumlah jabatan strategis ikut mengalami pergantian. Di antaranya adalah empat Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) di lingkup Polda Sulteng. Berikut daftar pergeseran tersebut:

Kompol Nazarudin, yang sebelumnya menjabat Wakapolres , kini dimutasi sebagai Ps. Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Kompol Sulardi, Wakapolres Sigi, bergeser ke posisi Wakapolres Donggala.

Jabatan Wakapolres Sigi kini diemban Kompol Wawan Setiyono, sebelumnya menjabat Kasubbagrenmin Bidpropam Polda Sulteng.

Kompol Anton Hasan Mohamad, yang semula Wakapolres Poso, dipindahkan menjadi Wakapolres Morowali Utara.

Kompol Sulardi, dari posisi Wakapolres Morowali Utara, kini menjabat Wakapolres Poso.

Pelaksana harian Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, mengatakan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk meningkatkan kinerja serta proses regenerasi.

Baca Juga:  Warga Torue Demo, Desak Kades Kalman Mundur

“Mutasi jabatan adalah hal yang alamiah dalam tubuh organisasi. Ini bukan sekadar penyegaran, tetapi juga bentuk pengembangan karier dan pemenuhan kebutuhan institusi,” ujar Sugeng.

Menurut dia, mutasi juga mencerminkan komitmen Polda Sulteng dalam menjaga profesionalisme serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Polda Sulteng akan terus berupaya memperkuat sumber daya manusia dan struktur organisasinya agar mampu menjawab berbagai tantangan dengan pendekatan yang adaptif dan humanis,” pungkasnya. **

(Tim)