Kamis, 5 Februari 2026
Daerah  

Proyek Jalan Rigid Beton di Blora Disorot, Kualitas Diduga Tak Sesuai Standar

Proyek jalan rigid beton Kedungtuban–Galuk di Blora Jawa Tengah diduga gunakan lapisan pondasi tipis.
Pekerjaan proyek jalan rigid beton di ruas Kedungtuban–Galuk, Kecamatan Kedungtuban, Blora, Jawa Tengah, tampak menggunakan lapisan pondasi yang tipis, Jumat, 10 Oktober 2025. Foto: Tim MediaPalu

Blora, MediaPalu — Proyek rehabilitasi jembatan dan jalan rigid beton di ruas Kedungtuban–Galuk, tepatnya di Dusun Wadung, Desa Wadung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, , menuai sorotan publik.

Pekerjaan yang menelan anggaran lebih dari Rp 908 juta itu disinyalir tidak memenuhi standar teknis sebagaimana mestinya.

Berdasarkan pantauan MediaPalu di lapangan, lapisan agregat untuk Lapis Pondasi Atas (LPA) berupa limestone (pedel) tampak sangat tipis di sejumlah titik.

Proyek tersebut tercatat dikerjakan oleh CV Krisna selaku penyedia jasa, dengan CV Cristal Design sebagai konsultan pengawas. Dana bersumber dari APBD Kabupaten Blora tahun anggaran 2025.

Namun ironisnya, pekerjaan dengan nilai hampir satu miliar rupiah itu justru menimbulkan tanda tanya. Di beberapa bagian jalan rigid beton, lapisan limestone terlihat minim. Bahkan pada area jembatan ditemukan penggunaan pasir bekas, yang dinilai tidak layak dan perlu ditelusuri asal-usul materialnya.

Aktivis Patriot Garuda Nusantara (PGN), Heri, menyuarakan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut.

Papan Blora. Foto: Tim MediaPalu

“Kalau dilihat sekilas saja sudah kelihatan tipis, apalagi kalau diukur. Uang rakyat sebesar itu mestinya dikerjakan dengan sungguh-sungguh, bukan asal-asalan begitu,” ujarnya kepada MediaPalu, Senin, 13 Oktober 2025.

Tim MediaPalu juga mencoba meminta tanggapan dari pihak pelaksana proyek, namun perwakilan perusahaan tidak berada di lokasi saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Guru Ngaji di Sulteng Ditikam Saat Pimpin Salat Subuh

Sejumlah sekitar membenarkan kondisi lapisan pondasi yang tampak tipis.

“Memang dari awal terlihat seperti itu, tidak tebal,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Perangkat desa setempat pun menyampaikan hal serupa.

“Kami juga heran kenapa lapisannya begitu tipis, padahal nilainya besar,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora belum memberikan tanggapan resmi atas temuan tersebut.

HERIYANTO