Kamis, 5 Februari 2026

Tambang CPM Kembali Telan Korban Jiwa

Kecelakaan kerja di Tambang CPM, Satu Karyawan Meninggal Dunia. Foto: Istimewa

Palu, MediaPalu — emas PT Citra Palu Mineral (CPM) yang berlokasi di Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali menelan korban. Toto Mulyono, operator alat berat perusahaan tersebut, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di area pembuangan limbah tambang pada Rabu sore, 9 Juli 2025.

Menurut informasi yang dihimpun, Toto mengalami benturan keras yang diduga berasal dari alat berat yang tengah ia operasikan. Ia ditemukan dalam kondisi kritis oleh rekan-rekannya dan segera dilarikan ke RSUD Undata, Kota Palu.

Korban sempat mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat, lalu dipindahkan ke ruang ICU untuk menjalani operasi di bagian kepala.

“Setelah dua hari dirawat pascaoperasi, kondisinya membaik dan dibawa pulang untuk perawatan lanjutan,” ujar seorang sumber ini, Kamis, 17 Juli 2025.

Toto akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 16 Juli, di kediamannya di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala.

Sebagai bentuk penghormatan, operasional tambang sempat dihentikan sementara. Namun hingga ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen CPM mengenai penyebab kecelakaan, bentuk pertanggungjawaban terhadap keluarga korban, maupun evaluasi keselamatan kerja di internal perusahaan.

Baca Juga:  Jalan Ketiga Menuju Parigi Moutong yang Lebih Beradab

Upaya konfirmasi kepada Candra, Humas PT CPM, melalui pesan WhatsApp, Jumat 18 Juli 2025, hanya menjawab singkat, “Sy komunikasikan dlu ya.” Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan lanjutan atau pernyataan resmi dari manajemen perusahaan.

Konfirmasi perihal peristiwa tersebut juga telah disampaikan kepada Kepala Kepolisian Resor Kota Palu, Kombes Pol Deny Abrahams. Saat dihubungi, Kapolres membenarkan peristiwa tersebut.

“Iya, sudah ada di berita kemarin,” katanya kepada MediaPalu, Jumat 18 Juli 2025.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

“Kemarin sudah saya perintahkan kasat Reskrim untuk lidik, dan koordinasi dengan Polda,” singkatnya.

Kematian Toto bukan insiden pertama yang terjadi di wilayah konsesi CPM tahun ini. Sebelumnya, pada Selasa, 3 Juni 2025, dua penambang emas tanpa izin (PETI) dilaporkan tewas tertimbun longsor di kawasan Kijang 30, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Salah satu korban berasal dari Palolo, Kabupaten Sigi, dan meninggal di lokasi. Sementara korban lainnya, Gorontalo, sempat dibawa ke sakit namun meninggal dalam perjalanan.

Baca Juga:  Keseruan Warga Binaan Rutan Pemalang Ikuti Perkemahan di Nusakambangan

Rentetan peristiwa ini kembali menunjukkan lemahnya pengawasan keselamatan di sektor pertambangan, baik terhadap pekerja formal maupun aktivitas tambang ilegal. Dalam industri yang sarat risiko seperti ini, standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seharusnya menjadi kewajiban mutlak, bukan sekadar formalitas administratif. **

(Tim)