Kamis, 5 Februari 2026

Zahra Zee Rilis Single Baru, ‘Proses Bukan Protes’

Zahra Zee, penyanyi cilik asal Sleman, Yogyakarta. Foto: Istimewa

Sleman, MediaPalu – musik Indonesia kembali menyorot talenta muda potensial. Zahra Zee, cilik asal Sleman, , kian mencuri perhatian publik setelah merilis lebih dari 14 single bersama label .

Label yang berbasis di Yogyakarta itu tengah mempersiapkan peluncuran album khusus bagi Zahra, yang dijadwalkan rilis pada Agustus 2025.

Dalam keterangan resminya yang diterima MediaPalu, Minggu 3 Agustus 2025, Zahra mengatakan Senada Digital Records juga menggagas program kolaboratif bersama akun Instagram @lomba.nyanyi. Program itu akan digelar di tiga kota yaitu Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem musik anak yang berkelanjutan.

Lahir di Sleman, 7 Desember 2015, Zahra saat ini duduk di bangku kelas 4 SD Muhammadiyah Kronggahan, Gamping. Bakat menyanyinya sudah muncul sejak kecil. Ia kini menimba ilmu di Sekolah Musik Purwacaraka, Yogyakarta, untuk mengasah teknik vokalnya.

“Sebelum rekaman, aku biasanya menghafal lirik dulu supaya nggak salah saat take vokal,” ujar Zahra.

Beberapa lagu yang telah dirilis Zahra antara lain Bahagia Berbagi, Gotong Royong, Perilaku, Harapan Temani Kita, Menghargai, Keluargaku Duniaku, Tut Wuri Handayani, Gunung Kidul, Gusti Mboten Sare, Tetaplah Jadi Baik, Ayah Terkasih, Awali Dengan Bismillah, dan Esok Milikmu. Single terbarunya berjudul Proses Bukan Protes.

Baca Juga:  Erwin Burase Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Parigi Moutong

Menariknya, Zahra bergabung dengan Senada Digital Records bukan karena referensi teman atau kenalan, melainkan hasil pencarian ayahnya di media sosial.

“Awalnya bapak cari-cari info di medsos. Alhamdulillah, akhirnya bisa gabung dan sudah rekaman banyak lagu,” katanya.

Meskipun kedua orang tuanya bukan musisi profesional, dukungan keluarga menjadi pondasi utama perjalanan Zahra.

Sang ayah, Yadi, dan ibunya, Endarti, asal Gunungkidul dan kini tinggal di Sleman memberikan dorongan penuh.

“Orang tua memang nggak berlatar musik, tapi suka musik, apalagi bapak yang suka dangdut,” ungkap Zahra.

Pendiri dan produser Senada Digital Records, Rulli Aryanto, menyatakan keyakinannya terhadap potensi Zahra.

“Zahra sudah bersama kami lebih dari satu tahun. Progresnya sangat baik dan komitmen keluarganya luar biasa,” kata Rulli.

Menurut Rulli, Senada Digital tidak semata fokus pada aspek vokal. Sikap, karakter, serta rasa bangga menyanyikan karya sendiri menjadi bagian penting dari proses pendampingan.

“Mimpi saya adalah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya anak-anak hebat. Mereka harus dibekali nilai sejak dini agar bisa bersaing di industri musik global,” ujarnya.

Baca Juga:  Apes! Gagal Mencuri, Pria di Tegal Malah Terjebak di Dalam Mobil

Untuk memperkaya pengalaman musikal Zahra, Senada menjajaki berbagai genre. Namun, arah produksi ke depan diproyeksikan ke pop Melayu.

“Zahra punya karakter suara yang kuat dan fleksibel,” kata Rulli.

Zahra merupakan artis pertama yang direkrut secara eksklusif melalui program Yogyakarta, inisiatif Senada Digital Records untuk menjaring penyanyi cilik dan remaja dari berbagai daerah. Program ini menjadi bagian dari Superkids + Superpops, wadah pengembangan penyanyi muda potensial.

Dengan talenta, semangat, dan dukungan profesional, Zahra Zee kian mantap melangkah menjadi ikon baru lagu anak Indonesia. Tak hanya bersuara indah, ia ingin menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi dan berkarya sejak dini. **

(Muhammad Fadhli)