Kamis, 5 Februari 2026

Demo 1 September, Gubernur Anwar Hafid Sisipkan Komitmen Hentikan Tambang Ilegal

Demo 1 September, Gubernur Anwar Hafid Sisipkan Komitmen Hentikan Tambang Ilegal. Foto: Tim Media Gubernur Sulteng

Kota Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid duduk bersama ribuan massa demo di depan Kantor DPRD Sulteng, Senin, 1 September 2025.

Aksi yang digelar di tengah rintik hujan itu berlangsung tertib dan dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng, Gubernur periode 2020–2024 Rusdy Mastura, Ketua DPRD Arus Abdul Karim, Wakil Ketua DPRD I Aristan, Wakil Ketua II Syarifudin Hafid, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, beserta wakilnya, serta jajaran lain.

Seribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan aliansi ojek online di Kota Palu ikut dalam aksi damai tersebut. Mereka mulai berkumpul sejak pukul 11.50 WITA dan membubarkan diri pada pukul 15.30 WITA.

Di depan kantor dewan, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari evaluasi seluruh izin tambang di Sulteng, pembatalan kenaikan gaji pegawai, hingga evaluasi program . Massa juga menyoroti tindakan represif aparat kepolisian terhadap demonstran di beberapa waktu lalu.

Dalam dialog bersama massa, Anwar Hafid menyampaikan komitmennya menertibkan persoalan pertambangan, baik yang ilegal maupun yang beroperasi tanpa aturan.

Baca Juga:  Polisi Amankan 51 Gram Sabu dari Seorang Perempuan di Tojo Una-Una, Sulteng

“Saya berkomitmen bersama masyarakat untuk menghentikan praktik pertambangan yang tidak sesuai dengan aturan dan kepentingan daerah. Mohon doa dan dukungan agar langkah ini bisa kita jalankan dengan baik,” kata Anwar.

Selain isu pertambangan, Anwar menegaskan program beasiswa Berani Cerdas tetap berlanjut. Tahun ini, pemerintah menargetkan 50 ribu mahasiswa sebagai penerima beasiswa, mulai dari jenjang S1 hingga S3.

“Berani Cerdas adalah komitmen pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak Sulawesi Tengah bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya,” ujarnya.

Anwar juga memaparkan program kerja pemerintahannya untuk lima tahun ke depan, salah satunya memastikan keberlanjutan beasiswa pendidikan.

Ia menutup dialog dengan mengajak masyarakat menjaga kondusivitas serta mengedepankan akal sehat dalam memperjuangkan aspirasi.

Usai bertemu massa demo 1 September di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Anwar menyampaikan apresiasinya.

“Masyarakat Kota Palu dan Sulteng mengedepankan akal sehat, memperlihatkan sikap demokrasi yang sangat tinggi, dan mudah-mudahan bisa menjadi contoh untuk ,” ucapnya.

TIM