Kamis, 5 Februari 2026

5 Daerah di Sulteng Belum Bebas Malaria

Ilustrasi Malaria. Foto: Pixabay

Malaria masih menjadi pekerjaan rumah bagi Provinsi Sulawesi Tengah. Dari 13 kabupaten dan kota, baru delapan wilayah yang dinyatakan bebas malaria. Lima kabupaten lainnya masih berjuang menuju eliminasi.

Kepulauan, Donggala, Tojo Unauna, , dan Morowali Utara adalah daerah yang belum mencapai eliminasi. Kelima daerah ini terus kami dorong agar melakukan percepatan,” kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, saat membuka Lokakarya Petunjuk Teknis Integrasi dan Kebijakan Nasional Terkait AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Hotel Parama Su, , Senin, 7 Juli 2025.

Reny mengingatkan bahwa selain malaria, dua penyakit menular lain yakni AIDS dan tuberkulosis (TBC) juga menunjukkan tren peningkatan di Sulawesi Tengah. Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), kasus AIDS dan TBC dalam tiga tahun terakhir cenderung naik.

“Pada 2023 tercatat 696 kasus AIDS, naik menjadi 702 pada 2024. Hingga Mei 2025, sudah ada 336 kasus,” ujar Reny.

Dari jumlah itu, kematian akibat AIDS juga mengkhawatirkan. 157 orang meninggal pada 2023, 73 pada 2024, dan 28 orang hingga pertengahan 2025.

“Artinya, AIDS sudah menjadi persoalan serius yang perlu diwaspadai bersama karena trennya terus naik secara akumulatif,” tegasnya.

Baca Juga:  Operasi Patuh 2025 Tak Sasar Kendaraan Over Dimensi dan Over Loading

Kondisi serupa terjadi pada kasus tuberkulosis. Tahun 2023 tercatat 7.963 penderita TBC, dengan 23 kematian. Angka ini naik pada 2024 menjadi 8.272 kasus, dengan 30 kematian. Hingga Mei 2025, sudah tercatat 4.085 kasus dan 16 orang meninggal dunia.

Melalui lokakarya yang menghadirkan perwakilan dari , Kabupaten Banggai, dan Morowali itu, Reny berharap lahir komitmen bersama dan rencana aksi konkret di tingkat daerah.

“Saya harap pertemuan ini menghasilkan kesepakatan dan terjadinya integrasi program antara pusat dan daerah,” ujarnya.