Kamis, 5 Februari 2026
Travel  

Danau Lindu, Surga Tersembunyi di Sulawesi Tengah yang Bikin Rindu

Suasana kawasan wisata Danau Lindu dari udara, dikelilingi hutan lebat dan permukiman warga di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Foto: Dok. FB Anwar Hafid

Sigi, MediaPalu — Di jantung hijau Sulawesi Tengah, tersembunyi sebuah permata alam yang tenang dan memikat bernama . Terletak di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, ini berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Lebih dari sekadar destinasi wisata, Danau Lindu adalah ruang kehidupan, budaya, dan jati diri masyarakat setempat.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam unggahan terbarunya di media sosial, menggambarkan pesona Danau Lindu sebagai “surga kecil yang menjadikan Sulawesi Tengah begitu istimewa.”

“Bentang alamnya begitu menenangkan, memeluk siapa saja yang datang. Di balik hijaunya pegunungan dan tenangnya air danau, tersembunyi surga kecil…” tulisnya di akun Facebook resminya, Senin 21 Juli 2025.

Lebih dari sekadar panorama yang memesona, Danau Lindu adalah jantung ekologis dan budaya masyarakat Lindu. Di sekitar danau, terhampar hutan lebat yang menjadi bagian dari kawasan konservasi Nasional Lore Lindu. Udara yang sejuk, kabut tipis pagi hari, serta senyum hangat penduduk setempat menjadi perpaduan harmonis yang menghadirkan ketenangan hakiki.

Baca Juga:  Situs Plawangan, Jejak Majapahit yang Terlupakan di Pemalang

“Danau Lindu adalah ruang bagi kehidupan bagi masyarakat, warisan budaya, dan bagian dari jati diri daerah kita,” lanjut Anwar Hafid.

Tak heran jika siapa pun yang pernah datang ke danau ini merasa sulit untuk melupakan pesonanya.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau kawasan Danau Lindu dengan off-road. Foto: Dok. FB Anwar Hafid

Ungkapan “Danau Lindu asli Bikin Rindu” bukanlah slogan kosong, tetapi cerminan dari kesan mendalam yang ditinggalkan oleh alam Lindu.

Gubernur Anwar Hafid juga menekankan pentingnya pelestarian kawasan ini.

Ia mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk turut menjaga kelestarian Danau Lindu agar tetap lestari dan menawan.

“Mari kita jaga bersama agar Lindu tetap lestari, tetap memesona, dan terus memanggil pulang setiap mereka yang pernah datang,” ujarnya.

Setiap tahun, Danau Lindu menjadi pusat perayaan budaya melalui Festival Danau Lindu. Acara ini menampilkan beragam seni tradisional, kuliner khas, serta upacara adat masyarakat Lindu yang kental akan nilai-nilai kearifan lokal.

Untuk menuju Danau Lindu, wisatawan dapat menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam dari Kota melalui jalan darat. Meski medannya menantang, keindahan sepanjang perjalanan menuju danau menjadi bagian tak terpisahkan dari petualangan. **

Baca Juga:  Kabar Baik! Bandara Mutiara Sis Al Jufri Masuk Daftar 36 Bandara Internasional

(Tim)