Kamis, 15 Januari 2026
Travel  

AHY Kepincut Pesona Danau Paisu Pok di Bangkep

Seorang pengunjung menikmati jernihnya air Danau Paisu Pok di Desa Luk Panenteng, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Danau ini dikenal sebagai “surga tersembunyi” dengan air sebening kaca dan udara sejuk khas hutan tropis.

Bangkep, MediaPalu – , permata tersembunyi di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), (Sulteng), sukses mencuri perhatian Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam kunjungan kerja ke , Rabu sore, 9 Juli 2025, AHY dibuat takjub usai menyimak paparan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang menyisipkan potensi wisata dalam rencana pembangunan infrastruktur.

“Sekali-kali boleh dong wisata, jangan kerja terus,” ucap AHY sambil tersenyum, menanggapi tayangan singkat Danau Paisu Pok yang memukau.

“Dari sekian menit tadi, saya bisa mendapatkan gambaran keindahannya. Luar biasa,” ungkapnya.

Danau Paisu Pok terletak di Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan. Namanya dalam bahasa lokal berarti “air biru”, sesuai dengan kondisi danau yang jernih, berwarna biru kehijauan, dan tenang seperti cermin. Dikelilingi tropis dan tebing batu karst, udara di sekitar danau ini begitu sejuk dan alami. Letaknya yang cukup jauh dari perkotaan membuat suasana di sekitar danau sangat tenang seolah berada di dunia lain.

Baca Juga:  Polisi Sita Uang Puluhan Juta dari Perempuan Pengedar Sabu di Donggala, Sulteng

Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu menempuh perjalanan darat selama beberapa jam dari pusat kabupaten, dilanjutkan dengan jalan kaki melewati rimbunnya vegetasi setempat. Namun setibanya di sana, lelah perjalanan terbayar lunas oleh lanskap yang memesona.

Gubernur Anwar Hafid mengangkat potensi wisata ini dalam konteks perlunya pembangunan infrastruktur yang menunjang akses ke daerah-daerah potensial.

AHY menanggapi hal tersebut dengan menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam pembangunan. Yaitu konektivitas, sinkronisasi, dan resiliensi.

“Konektivitas bukan hanya membuka jalan, tapi membuka peluang ekonomi dan pariwisata,” ujar AHY.

Ia menyebut Sulawesi Tengah memiliki posisi strategis sebagai simpul penghubung antara timur dan barat. Sinkronisasi program antara pusat dan daerah pun dinilai penting untuk memastikan pembangunan yang terpadu dan berkelanjutan.

Tak kalah penting, kata dia, adalah resiliensi infrastruktur terhadap bencana, mengingat Sulteng termasuk daerah rawan gempa dan banjir.

“Harus dipastikan infrastruktur yang dibangun punya daya tahan terhadap guncangan alam,” tegasnya.

Ia juga menyoroti penerapan one map policy—kebijakan satu peta nasional—untuk menyatukan data spasial lintas instansi. Kebijakan ini diyakini bisa meningkatkan daya tarik investasi.

Baca Juga:  Geger Penemuan Mayat Pria di Rumah ASN Palu

“Berikan kepastian, maka investor datang dengan modal,” kata AHY.