Palu, MediaPalu – Cahaya lampu malam memantul di dinding Masjid Raya Baitul Khairaat. Dari kejauhan, menara jam besar di bagian depan masjid tampak menyala dan menjadi penanda waktu sekaligus simbol kemegahan bangunan ini.
Saat malam tiba, kawasan masjid berubah menjadi lebih hidup. Jamaah berdatangan untuk menunaikan ibadah, sementara sebagian warga memilih duduk santai di halaman luas sambil menikmati suasana malam.
Masjid Raya Baitul Khairaat yang berlokasi di Jalan Djaelangkara Palu Barat kini dikenal sebagai salah satu ikon baru Kota Palu. Arsitekturnya yang modern dengan kubah besar serta menara jam raksasa membuat masjid ini mudah dikenali dari berbagai sudut kota.

Lampu-lampu yang menerangi bangunan masjid menghadirkan pemandangan yang memikat. Banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto dengan latar belakang bangunan megah yang berdiri di jantung kota.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi ruang berkumpul masyarakat. Anak-anak bermain di halaman, keluarga duduk berbincang, sementara jamaah silih berganti memasuki area masjid.
Bagi warga Palu, Masjid Baitul Khairaat bukan sekadar bangunan megah. Kehadirannya juga menjadi simbol kebangkitan kota setelah bencana besar yang pernah melanda Sulawesi Tengah pada 2018.
Kini, setiap malam, cahaya dari masjid ini seakan menjadi penanda bahwa kehidupan di Kota Palu terus bergerak dan tumbuh kembali.
NURDIN





