Palu, MediaPalu — Ratusan warga Kota Palu memadati Jalan Balaikota, Sabtu 14 Februari 2026 malam, untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Cahaya obor yang dibawa peserta pawai menyala berderet, menerangi jalanan dan menciptakan suasana khidmat sekaligus semarak.
Peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa berjalan berkeliling sambil melantunkan salawat dan takbir.
Pawai obor Palu tersebut menjadi tradisi tahunan masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus penanda datangnya bulan Ramadan.
Sepanjang rute yang dilalui, warga lainnya tampak berdiri di tepi jalan menyaksikan iring-iringan pawai. Aparat kepolisian dan petugas dari instansi terkait turut melakukan pengamanan guna memastikan kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Kasmin, seorang warga Palu yang turut hadir dalam pawai obor mengatakan, tradisi pawai obor bukan sekadar seremonial, melainkan momentum mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar pawai, tetapi bagian dari syiar dan kebersamaan warga. Kami ingin menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh kegembiraan,” ujar Kasmin.
RED





