Pemalang, MediaPalu — Di ujung utara Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berdiri senyap tumpukan batu kuno yang dikenal sebagai Situs Plawangan atau Watulawang (Pintu Batu). Lokasinya hanya sekitar satu kilometer dari pesisir Laut Jawa, empat kilometer dari pusat kota Pemalang.
Warga percaya, situs ini bukan sekadar bongkahan batu biasa. Dari sejumlah sumber sejarah, kawasan Plawangan diyakini pernah menjadi pelabuhan besar pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Bahkan disebut-sebut, Raden Wijaya, pendiri Majapahit, memiliki keterkaitan sejarah dengan daerah ini.
“Plawangan sudah ada sebelum Perang Bubat, sekitar tahun 1300 Masehi,” kata Rabadi (62), pemerhati sejarah sekaligus anggota DPRD Pemalang, kepada MediaPalu, Sabtu 18 Oktober 2025.

Rabadi menuturkan, Watulawang menjadi bukti otentik Pemalang sebagai kota tua di pesisir utara Jawa.
Meski Kabupaten Pemalang baru merayakan hari jadinya yang ke-450 pada Januari 2025, ia menilai sejarah Pemalang jauh lebih tua dan layak ditelusuri kembali.
Kini, Situs Plawangan telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Namun, di balik status itu, jejak kejayaan masa lalu Pemalang masih menunggu untuk digali lebih dalam sebelum benar-benar terlupakan oleh waktu.
RAGIL





