Kamis, 5 Februari 2026

Taharudin Hilang Diseret Arus Sungai Mamara, Donggala

Tim SAR bersama aparat dan warga berdiskusi di tepi Sungai Mamara, Donggala, sebelum memulai pencarian warga yang diduga terseret arus. Foto: Tim SAR

Donggala, MediaPalu – Seorang warga di Kabupaten Donggala, , dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Sungai Mamara pada Senin sore, 7 Juli 2025. Hingga Selasa pagi, tim pencarian gabungan masih menyisir aliran sungai untuk mencari .

Korban bernama Taharudin, 61 tahun, warga Dusun I, Desa Lumbumamara, Kecamatan Banawa Selatan.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Donggala, insiden bermula saat Taharudin hendak menyeberangi Sungai Mamara untuk mengambil sapi miliknya di seberang sungai, sekitar pukul 17.00 WITA. Hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang.

Namun hingga pukul 23.00 WITA, korban tak kunjung kembali ke rumah. Warga yang melakukan pencarian di jalur biasa yang dilalui korban tak menemukan jejak. Keluarga lalu melaporkan kejadian itu ke aparat desa dan BPBD.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, membenarkan laporan tersebut. Pihaknya mengirim tim penyelamat ke lokasi kejadian pada Selasa pagi.

“Kami menerima informasi mengenai seorang warga yang diduga terseret arus saat menyeberangi sungai. Tim rescue dari Kantor SAR Palu langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR lainnya,” kata Rizal dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Juli 2025.

Baca Juga:  Jalan Ketiga Menuju Parigi Moutong yang Lebih Beradab

Empat personel penyelamat diterjunkan dari Palu menggunakan mobil operasional menuju titik koordinat kejadian di 0°49’40.48″S – 119°43’51.70″E.

Jarak tempuh dari Palu ke lokasi sekitar 54 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar satu setengah jam.

Upaya pencarian diwarnai berbagai kendala, mulai dari arus sungai yang deras hingga kondisi geografis yang cukup menyulitkan.

Cuaca di lokasi dilaporkan diguyur hujan ringan dengan angin berembus dari barat ke timur sekitar 3 kilometer per jam.

Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari Tim Rescue Kantor SAR Palu, BPBD Donggala, Polsek Banawa Selatan, Babinsa, aparat desa, keluarga korban, dan masyarakat.

Peralatan SAR air (palsar) dan lapangan turut dikerahkan untuk mendukung pencarian.

Hingga ini diturunkan, korban belum ditemukan. Operasi pencarian masih terus dilakukan.