Morowali, MediaPalu — Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mengeluhkan gangguan listrik yang mati-hidup pada malam hari selama bulan Ramadan. Gangguan tersebut dilaporkan terjadi sejak selepas Magrib hingga larut malam.
Kondisi ini disebut mengganggu aktivitas warga, terutama saat berbuka puasa dan pelaksanaan salat tarawih.
“Kalau sudah masuk malam pasti mati-hidup lampunya. Dari habis magrib tadi sampai sekitar pukul 22.00 WITA bahkan sampai dini hari masih begitu,” kata Tasdik, warga Morowali, kepada MediaPalu, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut Tasdik, gangguan listrik tersebut terjadi di sejumlah kecamatan di Morowali, di antaranya Bungku Barat, Bungku Tengah, Bungku Timur, hingga Bahodopi.
Ia menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas ibadah warga selama Ramadan, tetapi juga berpotensi merusak peralatan elektronik rumah tangga.
Tasdik juga menyebut gangguan listrik serupa sudah terjadi beberapa malam terakhir, terutama saat hujan disertai petir melanda wilayah tersebut.
“Sudah tiga malam ini berturut-turut begitu juga kalau mulai hujan dan petir pasti listrik padam. Biasanya terjadi setelah magrib karena hujannya malam hari,” ujarnya.
Warga berharap pihak PLN segera melakukan pengecekan jaringan listrik di wilayah Morowali, khususnya di Bungku Barat dan sekitarnya, serta memberikan penjelasan terkait penyebab gangguan tersebut.
Selain itu, masyarakat meminta penanganan segera dilakukan agar aktivitas warga selama bulan Ramadan tidak terus terganggu.
“Kalau pihak PLN di sini tidak bisa menangani, lebih baik diganti saja kepala PLN-nya. Ini sudah terlalu sering terjadi,” kata Tasdik.
RED-MP





