Kamis, 5 Februari 2026

Ramai-ramai Borong Alat Dapur di 10 Muharram

10 Muharram menjadi semacam momen kolektif bagi sebagian warga
Warga Kota Palu berbondong-bondong membeli peralatan dapur di 10 Muharram. Foto: Tim MediaPalu

MediaPalu Suasana di gerai Start Kitchen di Jalan Basuki Rahmat, Kota Palu, tak seperti Minggu biasanya. Sore itu, 6 Juli 2025 atau bertepatan dengan 1447 Hijriah, para pengunjung—kebanyakan ibu-ibu berdatangan silih berganti. Di tangan mereka tergenggam belanga baru, cerek air, tempat nasi, hingga saringan teh.

“Kalau bukan 10 Muharram, rasanya belum afdal beli alat dapur,” kata Isma, 40 tahun, warga Palu Selatan, sambil mengikatkan tali plastik pada pegangan panci barunya. Ia datang bersama suaminya, menyusuri rak demi rak dengan mata yang cermat.

Fenomena ini bukan hal baru. Setiap tahun, 10 Muharram menjadi semacam momen kolektif bagi sebagian warga untuk memperbarui peralatan masak. Tidak ada ajakan resmi, tidak pula kampanye komersial. Namun, itu tumbuh di tengah masyarakat, diwariskan dari mulut ke mulut dan dapur ke dapur.

Warga Kota Palu berbondong-bondong membeli peralatan dapur di 10 Muharram, Minggu 6 Juli 2025. : Tim MediaPalu

“Sudah dari zaman orang tua dulu, kalau bisa beli barang dapur di hari ini, insya Allah tangga lebih berkah,” ujar Nurlela, 50 tahun, yang datang dari Kecamatan Tatanga. Baginya, mengganti alat masak bukan soal gaya hidup, melainkan bagian dari niat membersihkan dan memulai sesuatu yang baru di tahun hijriah.

Start Kitchen, Sidik, mengatakan bahwa sejak pagi jumlah pengunjung terus meningkat.

Baca Juga:  Bawa 3,5 Kilogram Sabu, Kurir Asal Aceh Dicokok di Bandara Palu

“Rata-rata mereka beli alat dapur. Hari ini memang selalu ramai tiap tahunnya,” ujarnya.

Tak hanya di Kota Palu. Di berbagai tempat lain, 10 Muharram dirayakan dalam kesederhanaan dan keyakinan. Bagi sebagian orang, hari itu adalah waktu untuk berbagi bubur Asyura. Bagi sebagian lainnya, momen untuk memperbarui isi dapur dengan harapan, rezeki keluarga juga ikut diperbarui.